
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menilai pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2025–2029 akan mendorong peningkatan permintaan baja nasional, khususnya produk baja bernilai tambah, seperti baja nirkarat (stainless steel). Peningkatan kebutuhan tersebut dinilai akan berdampak langsung pada naiknya konsumsi nikel sebagai bahan baku utama.
Pandangan tersebut sejalan dengan kajian pengamat industri baja dan pertambangan, Widodo Setiadharmaji, yang menyebut PSN sebagai pemicu utama terbentuknya struktur permintaan baja baru. Menurutnya, PSN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempercepat industrialisasi melalui pengembangan kawasan industri, manufaktur, logistik, dan hilirisasi.
“PSN 2025–2029 tidak sekadar membangun infrastruktur publik, tetapi mendorong peningkatan permintaan produk baja bernilai tambah seperti stainless steel. Seiring pertumbuhan industri manufaktur dan hilirisasi, kebutuhan bahan baku seperti nikel juga akan ikut meningkat,” ujar Widodo dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (7/1/2026).
Data menunjukkan, konsumsi baja nasional terus meningkat dari 15,1 juta ton pada 2018 menjadi 17,6 juta ton pada 2023 dan diproyeksikan mencapai 19,6 juta ton pada 2025. Kenaikan ini mencerminkan membesarnya permintaan baja bernilai tambah seiring ekspansi industri dan hilirisasi yang juga mendorong kebutuhan stainless steel.
Dari seluruh proyek PSN, kebutuhan baja terbesar berasal dari pembangunan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang diperkirakan mencapai 12,4 juta ton, serta proyek konektivitas, seperti jalan, rel, pelabuhan, bandara, dan utilitas kawasan sebesar 8,9 juta ton. Kedua sektor ini menjadi fondasi utama ekspansi manufaktur dan logistik nasional.
Menyikapi hal tersebut, Krakatau Steel sebagai produsen baja terintegrasi menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan PSN tersebut. Dengan proyeksi tersebut, Krakatau Steel menyatakan komitmennya sebagai tulang punggung pemenuhan baja nasional.
“PSN 2025–2029 merupakan momentum untuk memperkuat daya saing industri baja Indonesia dan memastikan kedaulatan industri dalam negeri. Kami siap bertransformasi dan memperluas kapasitas agar Indonesia tidak lagi bergantung pada baja impor,” ujar Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan.
Menurut Akbar, peningkatan permintaan ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat kapasitas produksi nasional dan untuk menekan impor. Melalui proyeksi tersebut, lanjut Akbar, perseroan memastikan kebutuhan baja PSN, hilirisasi, dan ekspansi kawasan industri dapat dipenuhi melalui standar kualitas tinggi dan kemampuan produksi yang terintegrasi. (Tubagus)
Perkembangan cerita ini
Topik PSN →
- Booming Nikel Indonesia: Antara Ambisi Ekonomi dan Beban Sosial Lingkungan
- Gubernur Sulteng Dukung Industri Nikel Parigi Moutong Berbasis Energi Hijau
- Ceria Corp Serap 70% Tenaga Kerja Lokal Kolaka, DPRD Apresiasi Implementasi Perda
- PSN Diproyeksikan Dongkrak Permintaan Stainless Steel, Kebutuhan Nikel Meningkat sedang Anda baca
- PT Vale Buka Suara Terkait Dugaan Pelanggaran Tambang di MBB1 Seba-Seba
- Hilirisasi Nikel hingga Energi Jadi Andalan, Pemerintah Optimistis Minat Investor Meningkat
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta






























