Beranda Berita Nasional Manfaatkan Bijih Nikel Kadar Rendah, PT IWIP Siap Produksi Bahan Baku Baterai...

Manfaatkan Bijih Nikel Kadar Rendah, PT IWIP Siap Produksi Bahan Baku Baterai di 2022

Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) yang sudah ditetapkan sebagai salah satu (Proyek Strategis Nasional) pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, saat ini mengoperasikan tiga smelter.

Menggunakan teknologi Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dalam pembangunan smelter nikel di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, PT IWIP siap untuk memulai konstruksi pabrik pengolahan bahan baku baterai pada 2022.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

General Manager External Relations PT IWIP, Wahyu Budi mengatakan bahwa pihaknya akan mengelola nikel dengan kadar rendah yang menjadi cikal bakal dari bahan baku prekursor baterai.

“Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan kita sudah bisa memulai konstruksi pabrik pengolahan bahan baku baterai,” ujar Wahyu Budi dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

Namun demikian menurut Wahyu, hal tersebut tidak akan terlaksana jika pandemi Covid-19 belum membaik di Indonesia. Pasalnya dengan adanya pandemi ini, perusahaan akan sulit untuk merekrut tenaga kerja guna membangun smelter tersebut.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Jadi kita akan mengelola nikel-nikel kadar rendah ini menjadi bahan baku prekursor baterai. Oleh karena itu, kita berharap mudah-mudahan dengan ekonomi ini membaik, lalu Covid-19 sudah nggak ada, ya mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan kita sudah bisa memulai konstruksi pabrik pengolahan bahan baku baterai,” jelasnya.

Seperti diketahui, PT IWIP sendiri dalam melakukan pengembangan industri di kawasan Weda Bay tersebut mayoritas menggunakan teknologi RKEF yang merupakan salah satu teknologi terbaik di bidangnya.

Wahyu menambahkan setelah pembangunan menggunakan RKEF selesai ke depannya perusahaan akan menambahkan unit-unit untuk pembuatan bahan baku terlebih dahulu dibandingkan dengan yang lainya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Jadi untuk mencapai baterai ini harus melewati beberapa fase, mungkin 4-5 fase,” paparnya.

Proses RKEF sendiri banyak digunakan untuk menghasilkan feronikel dan nikel-matte. Proses ini diawali dengan pengeringan kandungan moisture hingga 45% melalui proses pretreatment.

Pada proses tersebut, bijih laterit dikeringkan dengan rotary dryer pada temperatur 250 derajat celcius hingga kandungan moisturenya mencapai 15-20%.

“Produk dari rotary dryer selanjutnya masuk ke-tahap kalsinasi (pre-reduksi) menggunakan rotary kiln pada suhu 800-900 derajat celcius,” pungkasnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #IWIP →

  1. IWIP dan Weda Bay Nickel Perkuat Program CSR untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
  2. Proyek Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Perkuat Ekosistem Industri Baterai EV
  3. IWIP Nilai Indonesia Berperan Penting dalam Produksi Nikel Dunia
  4. Manfaatkan Bijih Nikel Kadar Rendah, PT IWIP Siap Produksi Bahan Baku Baterai di 2022 sedang Anda baca
  5. Kepala BKPM Sebut Proyek Nikel IWIP Pakai TKA, Tetapi…
  6. Pantau Pengolahan Nikel, Bahlil Akan Kunjungi Maluku Utara

Istilah di artikel ini

RKEF
Rotary Kiln Electric Furnace
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →