
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Daya saing keekonomian proyek, kepastian regulasi, dan jaminan perlindungan investasi menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan investor asing dalam menentukan negara tujuan investasi di sektor pertambangan, termasuk industri nikel.
Investment and Portfolio Manager JTA International Holdings, Ali Hadji, menyoroti pentingnya Indonesia memperkuat daya saing investasi di tengah persaingan regional. Ia mempertanyakan faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran investasi menuju Vietnam, sementara Indonesia memiliki sumber daya nikel dan potensi pengembangan industri yang besar.
Hal tersebut disampaikan Ali dalam sesi diskusi The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu–Kamis (4–5/11/2026).
Menurut Ali, keputusan investor untuk masuk ke suatu negara tidak hanya didasarkan pada ketersediaan sumber daya mineral maupun teknologi pengolahan. Investor juga mempertimbangkan kebijakan, regulasi, biaya usaha, serta kemampuan proyek menghasilkan tingkat pengembalian yang kompetitif.
“Pertanyaannya, ketika kita menyusun laporan laba rugi atau profit and loss, apakah secara ekonomi proyek tersebut lebih kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan negara lainnya? Sementara itu, kita melihat adanya pergeseran investasi yang cukup besar menuju Vietnam. Mengapa hal tersebut terjadi?” ujarnya, dikutip nikel.co.id, Jumat (6/11/2026).
Ia mempertanyakan apakah perubahan arah investasi tersebut berkaitan dengan kebijakan dan regulasi atau terdapat persoalan mendasar lain yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di mata investor.
“Apakah persoalannya kembali pada kebijakan, regulasi, atau memang terdapat masalah mendasar yang harus diperbaiki? Inilah hal-hal yang menjadi pertimbangan investor asing ketika memasuki pasar baru,” katanya.
Ali menjelaskan, investor asing pada dasarnya akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kelayakan proyek sebelum memutuskan menanamkan modal. Penilaian tersebut mencakup kemampuan proyek menghasilkan arus kas, tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI), serta tingkat pengembalian internal atau internal rate of return (IRR).
Menurutnya, kepastian dan jaminan investasi bahkan menjadi persoalan yang lebih mendasar dibandingkan ketersediaan dana.
“Jadi, dari perspektif investor asing, uang bukanlah persoalan utama. Investasi bukanlah persoalan utama. Persoalan utamanya selalu mengenai jaminan. Apa yang dapat menjamin investasi tersebut?” tegasnya.
Ia menambahkan, regulasi dan kebijakan pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan perlindungan serta kepastian bagi investor, terutama ketika proyek menghadapi tekanan pasar atau kondisi industri yang tidak stabil.
Ali menilai, investor membutuhkan lingkungan usaha yang memungkinkan mereka menjalankan kegiatan bisnis secara rasional, dengan risiko yang dapat diperhitungkan dan proposisi nilai yang jelas.
“Selama proposisi nilai tersebut jelas, uang bukanlah persoalan,” ujarnya.
Keunggulan Produk dan Kepastian Kebijakan
Selain persoalan regulasi dan keekonomian, Ali juga menyoroti pentingnya keunggulan kompetitif produk nikel dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar.
Menurutnya, pengembangan industri nikel harus mempertimbangkan aplikasi akhir produk serta kemampuan produk tersebut bersaing dengan material lain. Hal ini penting karena investor akan melihat keberlanjutan permintaan dan relevansi nikel dalam jangka panjang.
“Apa sebenarnya aplikasinya? Ketika Anda memiliki sesuatu yang lebih baik, Anda akan memilihnya. Ketika sesuatu lebih efisien dari sisi biaya, Anda akan menggunakannya,” jelasnya.
Ia mencontohkan persaingan berbagai teknologi baterai, seperti baterai nikel-kadmium, lithium, dan grafit. Dalam kondisi tersebut, industri perlu menjelaskan keunggulan penggunaan nikel dibandingkan material alternatif, baik dari sisi biaya, efisiensi, maupun keberlanjutan teknologi.
“Mengapa harus nikel? Apa keunggulan kompetitifnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang? Apakah keunggulan tersebut dapat dipertahankan? Bagaimana perkembangannya pada masa depan?” katanya.
Ali mengungkapkan, dari perspektif investor dan pemberi pembiayaan, proyek yang memiliki aplikasi produk jelas, seperti kebutuhan baterai kendaraan listrik, dapat menjadi salah satu pertimbangan investasi karena potensi penggunaannya dapat dianalisis melalui perhitungan ekonomi.
Namun, keunggulan produk tersebut perlu didukung kebijakan dan regulasi yang memberikan stabilitas serta kepastian bagi pelaku usaha.
“Bagaimana regulasi, kebijakan, dan hal-hal lain di belakangnya berjalan merupakan tanggung jawab pemerintah Republik Indonesia untuk memastikan stabilitas dan menciptakan kepastian bagi investor,” ujarnya.
Ia berharap kepastian tersebut dapat membantu investor mengambil keputusan secara tepat dan mempertahankan minat investasi di Indonesia, sehingga peluang pengembangan industri tidak beralih ke negara-negara tetangga. Pandangan Ali tersebut sekaligus menegaskan bahwa besarnya sumber daya nikel Indonesia perlu diikuti dengan iklim investasi yang kompetitif. Kepastian pasokan, kemampuan menghasilkan arus kas, keunggulan produk, serta perlindungan investasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan investor terhadap keberlanjutan proyek nikel di Indonesia. (Lili Handayani)
Perkembangan cerita ini
Topik #Kepastian Hukum Investasi →
- JTA International Soroti Pergeseran Investasi ke Vietnam, Indonesia Perlu Perkuat Daya Saing sedang Anda baca
- PP 28/2025 Memberikan Kepastian Proses Perizinan
- PUSHEP: Moratorium Smelter Nikel Perlu Jamin Kepastian Hukum dan Investasi
Agenda industri terdekat
- 10Nov
- 11Nov
- 12NovKonferensi & Pameran SMM (11th) Annual Nickel Conference 2026 – Ni Cr Mn Stainless Steel Event12–13 November 2026 · OCEAN HOTEL SHANGHAI, CHINA

























