Beranda Berita Nasional Investor Asing Butuh Kepastian Regulasi untuk Pembiayaan Proyek Nikel Indonesia

Investor Asing Butuh Kepastian Regulasi untuk Pembiayaan Proyek Nikel Indonesia

Investment and Portfolio Manager JTA International Holdings, Ali Hadji, saat menjadi pembicara dalam sesi diskusi panel The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (Foto: MNI/Lili)
Oleh Momon Tarmono

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kepastian regulasi dan jaminan perlindungan investasi menjadi pertimbangan utama investor asing dalam menanamkan modal di industri nikel Indonesia. Besarnya sumber daya mineral dan potensi hilirisasi dinilai belum cukup apabila tidak didukung iklim usaha yang memberikan kepastian bagi investor.

Investment and Portfolio Manager JTA International Holdings, Ali Haji, mengatakan investor membutuhkan jaminan bahwa investasi yang ditanamkan dapat terlindungi, terutama ketika industri menghadapi penurunan harga, gejolak pasar, maupun ketidakstabilan ekonomi.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Hal tersebut disampaikannya dalam sesi diskusi panel The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

“Saya hadir di sini sebagai investor asing. Kami selalu berupaya berkontribusi dan berpartisipasi dalam sektor energi dan pertambangan. Namun, pada akhirnya pertanyaannya adalah: apa jaminan yang saya miliki?” kata Ali.

Menurutnya, investor perlu mengetahui bentuk perlindungan yang tersedia ketika terjadi penurunan besar di pasar atau kondisi industri yang tidak stabil. Pertimbangan tersebut tidak hanya berlaku bagi investor asing, tetapi juga menjadi perhatian investor dari negara lain, termasuk China.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ali menilai, Indonesia memiliki sumber daya dan potensi pertambangan yang besar. Namun, pemerintah dan pembuat kebijakan perlu memastikan regulasi dapat memberikan perlindungan serta kepastian bagi investasi di sektor pertambangan dan energi.

Ia juga menyoroti daya saing keekonomian proyek di Indonesia dibandingkan negara lain. Menurutnya, investor akan membandingkan perhitungan laba rugi proyek dengan peluang investasi di negara-negara tetangga.

“Sementara itu, kita melihat adanya pergeseran investasi yang cukup besar menuju Vietnam. Mengapa hal tersebut terjadi? Apakah persoalannya kembali pada kebijakan, regulasi, atau memang terdapat masalah mendasar yang harus diperbaiki?” ujarnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ali menjelaskan, sebelum memasuki pasar baru, investor asing akan menganalisis kelayakan proyek, pemenuhan persyaratan, serta jaminan yang tersedia. Apabila aspek-aspek tersebut tidak dapat dipastikan, proyek akan sulit dinilai sebagai investasi yang layak.

Menurutnya, keputusan investasi juga harus didasarkan pada proposisi nilai yang jelas, baik dari sisi manfaat ekonomi maupun aspek lain yang dapat memberikan perlindungan terhadap modal.

“Investor mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana: apa keuntungan yang akan saya peroleh? Berapa tingkat pengembalian investasi atau ROI, berapa tingkat pengembalian internal atau IRR, dan bagaimana nilai waktu uangnya?” jelasnya.

Ia menambahkan, proyeksi arus kas masa depan perlu dibandingkan dengan kondisi nyata proyek saat ini. Investor tidak cukup hanya mengandalkan angka-angka proyeksi apabila belum didukung kemampuan menghasilkan nilai ekonomi yang terukur.

“Jadi, dari perspektif investor asing, uang bukanlah persoalan utama. Investasi bukanlah persoalan utama. Persoalan utamanya selalu mengenai jaminan. Apa yang dapat menjamin investasi tersebut?” tegas Ali.

Regulasi Perlu Mendukung Keberlanjutan Investasi

Ali juga menyoroti kondisi ketika investor datang untuk membantu atau menyelamatkan suatu proyek, tetapi justru menghadapi kendala akibat kebijakan dan regulasi yang berlaku.

“Bahkan ketika kami datang untuk membantu menyelamatkan suatu proyek, regulasi dan kebijakan justru terkadang membuat prosesnya semakin sulit,” ungkapnya.

Ia menggambarkan situasi tersebut seperti pihak yang datang memberikan bantuan, tetapi justru ikut terseret dalam persoalan yang sedang dihadapi proyek.

Menurut Ali, pemerintah perlu memastikan kebijakan berjalan secara efektif, konsisten, dan berkelanjutan. Hal itu penting agar investor memiliki ruang untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat bersama dengan pelaku usaha maupun pemangku kepentingan di dalam negeri.

“Di luar urusan politik, pelaku bisnis menjalankan usaha untuk memperoleh manfaat. Jadi, bagaimana kita bisa memperoleh manfaat bersama?” katanya.

Selain kepastian regulasi, Ali menekankan bahwa proyek nikel yang layak dibiayai pada 2027 harus memiliki kemampuan menghasilkan arus kas positif serta jaminan pasokan dan rantai pasok.

Menurutnya, arus kas menjadi fondasi bagi proyek untuk memenuhi kewajiban pembiayaan kepada perbankan maupun pihak pemberi pinjaman lainnya.

“Jika proyek dapat menghasilkan arus kas positif yang baik, maka proyek tersebut memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajibannya,” ujarnya.

Ia menegaskan, proyeksi dan ekspektasi proyek harus sesuai dengan kondisi aktual. Kepastian pasokan juga perlu diperhatikan agar kegiatan operasional dapat berjalan dan menghasilkan arus kas sebagaimana direncanakan.

Keunggulan Aplikasi Akhir Produk Nikel

Dalam diskusi tersebut, Ali turut mengingatkan pentingnya melihat prospek industri nikel berdasarkan aplikasi akhir produknya. Menurutnya, investor perlu memahami keunggulan kompetitif nikel dibandingkan material lain, termasuk dari sisi biaya, teknologi, serta keberlanjutan permintaan.

Ia mempertanyakan sejauh mana nikel tetap relevan dalam perkembangan teknologi baterai dan bagaimana keunggulannya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Sebagai contoh, saya sebagai investor lebih memilih menanamkan dana pada proyek yang memiliki aplikasi baterai untuk kendaraan listrik. Hal tersebut masuk akal karena dapat dibuktikan melalui angka dan perhitungan matematis,” tuturnya.

Menurut Ali, pemerintah memiliki peran dalam memastikan stabilitas dan kepastian kebijakan agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara tepat serta tidak mengalihkan modal ke negara lain. Dengan demikian, daya tarik investasi nikel tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya dan teknologi pengolahan, tetapi juga oleh kepastian regulasi, perlindungan investasi, keekonomian proyek, serta prospek penggunaan produk di pasar. (Lili Handayani)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Investasi Nikel →

  1. Investor Asing Butuh Kepastian Regulasi untuk Pembiayaan Proyek Nikel Indonesia sedang Anda baca
  2. Pembiayaan Investasi Baru Smelter Nikel Semakin Terbatas
  3. Prof. Telisa Falianty: Ketidakpastian Kebijakan dan Pasokan Bijih Tekan Kelayakan Investasi Nikel

Agenda industri terdekat

Semua agenda →