Beranda Berita Nasional Produksi & Penjualan Nikel Meningkat, Laba Bersih Merdeka Battery Melonjak 830%

Produksi & Penjualan Nikel Meningkat, Laba Bersih Merdeka Battery Melonjak 830%

92
0
Produksi dan penjualan nikel Merdeka Battery meningkat (Foto: Dok. Merdeka Battery)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Merdeka Battery Materials Tbk. mencatat lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 830% secara tahunan (year-on-year/YOY) menjadi US$54 juta dari US$6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kinerja keuangan pada semester I 2026 tersebut seiring dengan peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja pengolahan, serta kenaikan harga jual realisasi bijih nikel.

“Kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan eksekusi di seluruh operasi nikel terintegrasi Merdeka Battery. Peningkatan volume penambangan dan kinerja pengolahan yang lebih baik telah mendorong peningkatan laba secara signifikan. Kami akan menjaga momentum ini melalui disiplin operasional, peningkatan efisiensi secara berkelanjutan, serta eksekusi proyek-proyek pertumbuhan untuk semakin memperkuat posisi MBMA dalam rantai nilai nikel dan material baterai,” ujar Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk., Teddy Oetomo, dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Senin (28/9/2026).

Pada semester I 2026, Merdeka Battery membukukan pendapatan sebesar US$1,05 miliar, meningkat 67% dibandingkan semester I 2025. Sementara itu, EBITDA melonjak 306% menjadi US$311 juta. Pertumbuhan profitabilitas tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan perseroan.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya kontribusi bijih nikel, nickel pig iron (NPI), dan high-grade nickel matte (HGNM). Peningkatan volume penjualan serta penerapan formula baru Harga Patokan Mineral (HPM) untuk bijih nikel turut mendukung kinerja perseroan. Selain itu, penjualan asam dari operasi acid, iron, metal (AIM) PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) memberikan tambahan sumber pendapatan.

Dari sisi operasional, produksi bijih nikel Merdeka Battery mencapai 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) pada semester I 2026, meningkat 121% dibandingkan 6,9 juta wmt pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bijih nikel juga meningkat 60% menjadi 12,4 juta wmt, terdiri atas 8,2 juta wmt limonit dan 4,2 juta wmt saprolit.

Kenaikan produksi tersebut ditopang oleh peningkatan utilisasi peralatan, efisiensi pengangkutan, serta produktivitas yang lebih tinggi dari area-area tambang utama. Pada lini pengolahan, produksi dan penjualan NPI meningkat 20% secara tahunan setelah penyelesaian kegiatan pemeliharaan pada 2025, yang mendukung operasi tungku yang lebih stabil.

Pada saat yang sama, produksi HGNM meningkat lebih dari dua kali lipat. Kenaikan volume produksi tersebut turut mendorong pertumbuhan penjualan HGNM pada semester I 2026.

Di bisnis material baterai, PT ESG New Energy Material melanjutkan peningkatan produksi (ramp-up) mixed hydroxide precipitate (MHP) setelah selesainya kegiatan pemeliharaan dan transisi ke area penyimpanan tailing yang baru. Sementara itu, PT Sulawesi Nickel Cobalt masih melanjutkan tahap commissioning, termasuk energization, pengangkutan bijih, dan uji coba awal pengumpanan bijih.

Produksi SLNC diperkirakan dimulai pada semester II 2026 dan secara bertahap ditingkatkan menuju operasi penuh pada akhir tahun. Dengan volume penambangan yang lebih tinggi, penguatan kinerja pengolahan, serta berlanjutnya ramp-up operasi HPAL, Merdeka Battery memasuki semester II 2026 dengan basis pendapatan yang semakin luas.

Peningkatan kontribusi produk antara material baterai diharapkan melengkapi bisnis pertambangan dan pengolahan nikel yang telah berjalan. Perseroan juga tetap mencermati dinamika lingkungan operasional, terutama pergerakan harga dan konsumsi bahan bakar yang dapat memengaruhi struktur biaya.

Merdeka Battery menyatakan akan mempertahankan disiplin biaya dan efisiensi operasional sembari menjaga panduan kinerja sepanjang 2026. Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga daya saing biaya dan konsistensi pelaksanaan kegiatan pada bisnis pertambangan maupun pengolahan hingga akhir tahun. (Tubagus)