

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengubah formula Harga Patokan Mineral (HPM) untuk penjualan komoditas mineral logam. Salah satu perubahan utama menyasar bijih nikel, dengan memasukkan kandungan mineral ikutan berupa besi (Fe), kobalt (Co), dan krom (Cr) ke dalam formula penetapan harga.
Ketentuan baru tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No. 363.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Perubahan Kedua atas Kepmen ESDM Nomor 268.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batu Bara. Kepmen tersebut ditetapkan pada 11 September 2026.
Dalam Pasal I, KESDM menyatakan perubahan formula HPM mineral logam dilakukan dengan mengganti formula yang tercantum dalam lampiran Kepmen sebelumnya.


“Mengubah Formula Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Kepmen ESDM No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025 menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini,” bunyi Kepmen tersebut, dikutip Rabu (16/9/2026).
Formula bijih nikel kini menghitung mineral ikutan. Perubahan paling substansial terdapat pada formula HPM bijih nikel. Dalam Lampiran Kepmen 363/2026, pemerintah menetapkan:
“HPM Bijih Nikel = \[(% Ni \* CF Bijih Nikel \* HMA Nikel) + (% Fe \* CF Besi ikutan \* HMA Bijih Besi \* 100) + (% Co \* CF Kobalt ikutan \* HMA Kobalt) + (% Cr \* CF Krom ikutan \* HMA Bijih Krom \* 100)\] \* (1-MC),” jelasnya.
Formula tersebut menunjukkan bahwa penetapan HPM bijih nikel tidak hanya memperhitungkan kadar Ni, tetapi juga nilai Fe, Co, dan Cr sebagai mineral ikutan. Formula juga memperhitungkan corrective factor (CF) dan moisture content (MC) atau kadar air.

Untuk mineral ikutan besi, KESDM menetapkan Fe diperhitungkan dalam formula ketika kadar Fe ≤35%, sementara kobalt dihitung ketika kadar Co ≥0,05%.
Sementara, CF nikel disesuaikan dengan kadar Ni. Menurut Kepmen baru juga CF bijih nikel berdasarkan kadar Ni. Untuk bijih dengan kadar 1,6% Ni, CF ditetapkan sebesar 30%. Beleid menyebut:
“CF untuk bijih nikel dengan 1,6% Ni = 30%, dengan ketentuan nilai CF akan naik-turun sebesar 1% setiap terjadi kenaikan/penurunan kadar Ni sebesar 0,1% dengan batasan kadar Ni \> 1,2%,” paparnya.

Sementara itu, untuk bijih dengan kadar ≤1,2% Ni, CF ditetapkan sebesar 14%. Dalam beleid disebutkan, “CF untuk bijih nikel dengan ≤1,2% Ni = 14%, dengan ketentuan nilai CF akan turun sebesar 1% setiap terjadi penurunan kadar Ni sebesar 0,1%.”
Adapun CF untuk mineral ikutan ditetapkan masing-masing 30% untuk besi, 30% untuk kobalt pada bijih dengan Ni \>1,2%, dan 17% untuk kobalt pada Ni ≤1,2%, sedangkan CF krom ikutan ditetapkan sebesar 10%.
Kepmen ESDM tersebut juga menyebutkan bahwa formula produk nikel olahan turut ditetapkan. Perubahan dalam Kepmen 363/2026 juga mencakup formula HPM sejumlah produk nikel olahan, yakni feronikel, mixed hydroxide precipitate (MHP), mixed sulfide precipitate (MSP), nickel metal shot (NMS), nickel pig iron (NPI), ingot nikel, dan nickel matte.
Untuk MHP, formula HPM memperhitungkan kandungan Ni dan Co, dengan CF Ni sebesar 60% dan CF Co 100%. Pada MSP, CF Ni ditetapkan 65%, sedangkan CF Co 30%. Untuk feronikel, CF ditetapkan 95%; NMS 100%; dan NPI 85%.

Sementara itu, HPM ingot nikel ditetapkan sebesar HMA Nikel. Untuk nickel matte, formula menggunakan konstanta 78% terhadap kandungan Ni dan Co yang dikalikan dengan HMA Nikel.
KESDM juga menyebutkan hasil evaluasi menjadi dasar perubahan. Dalam bagian pertimbangan, KESDM menjelaskan perubahan formula tersebut dilakukan berdasarkan hasil peninjauan dan evaluasi atas formula HPM yang sebelumnya berlaku.
“Berdasarkan hasil peninjauan dan evaluasi terhadap formula harga patokan untuk penjualan komoditas mineral logam \[…\] perlu dilakukan penetapan kembali formula harga patokan untuk penjualan komoditas mineral logam,” sebut beleid terkait perubahan yang diperlukan.
Dengan Kepmen 363/2026, pemerintah memperbarui struktur formula HPM mineral logam, termasuk nikel, dengan parameter yang mencakup kadar mineral utama, mineral ikutan, faktor koreksi, harga mineral acuan, dan kadar air. (Shiddiq)









































