Beranda Nikel Harga Nikel Oktober 2026 Periode 1 Turun Tajam, HMA Jadi US$16.322,67

Harga Nikel Oktober 2026 Periode 1 Turun Tajam, HMA Jadi US$16.322,67

85
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Harga acuan nikel mengawali Oktober 2026 dengan perubahan angka yang lebih dalam dibandingkan penurunan pada periode sebelumnya. Harga Mineral Logam Acuan (HMA) nikel periode pertama Oktober 2026 ditetapkan sebesar US$16.322,67 per dmt, turun US$375,33 atau sekitar 2,25% dibandingkan periode kedua September 2026 yang berada di level US$16.698,00 per dmt.

Penetapan tersebut tertuang dalam Kepmen ESDM No. 384.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Pertama Oktober 2026. Kepmen tersebut ditetapkan pada 30 September 2026 dan berlaku mulai 1 Oktober 2026.

Penurunan HMA Oktober P1 juga langsung tercermin dalam Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel. Berdasarkan data Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), seluruh kadar nikel yang tercantum dalam tabel mengalami penurunan, baik pada skema moisture content (MC) 30% (free on board/FOB) maupun MC 35% (FOB).

Pergerakan tersebut sekaligus menunjukkan tekanan harga yang lebih besar dibandingkan transisi September P1 ke September P2. Pada periode pertama September, HMA berada di US$16.733,33 dan turun tipis US$35,33 menjadi US$16.698,00 pada September P2. Memasuki Oktober P1, perubahan angka melebar menjadi US$375,33.

HMA Nikel Terkoreksi 2,25%

Jika dibandingkan dengan September P2, HMA Oktober P1 turun dari US$16.698,00 menjadi US$16.322,67 per dmt. Secara nominal, penurunannya mencapai US$375,33 per dmt; secara persentase, angka tersebut setara dengan koreksi sekitar 2,25%.

Perubahan ini menjadi salah satu penurunan HMA terbesar dalam beberapa periode terakhir. Sebagai pembanding, dari September P1 ke September P2, HMA hanya turun US$35,33 per dmt. Dengan HMA yang menjadi salah satu dasar perhitungan HPM, perubahan harga acuan tersebut kemudian tercermin pada nilai bijih nikel untuk berbagai kadar.

Pemerintah menetapkan HMA secara berkala sebagai salah satu dasar perhitungan HPM mineral logam. Untuk Oktober P1, angka HMA nikel US$16.322,67 tersebut menjadi basis penetapan harga patokan pada periode berjalan.

HPM Bijih Nikel Ikut Turun

Penurunan HMA Oktober P1 diteruskan ke seluruh jenjang kadar bijih dalam tabel HPM. Pada MC 30%, harga bijih kadar 1,1% turun dari US$26,47/wmt pada September P2 menjadi US$25,32/wmt pada Oktober P1. Sementara kadar 1,8% turun dari US$79,48/wmt menjadi US$76,66/wmt.

Dengan demikian, koreksi nominal pada MC 30% berkisar antara US$1,15 hingga US$2,82/wmt.

Dari tabel tersebut terlihat bahwa semakin tinggi kadar nikel, semakin besar penurunan nominal HPM. Pada kadar 1,1%, koreksi sebesar US$1,15/wmt, sedangkan kadar 1,8% mengalami penurunan US$2,82/wmt.

Secara persentase, koreksi HPM MC 30% berada di kisaran sekitar 3,55%-4,34% dibandingkan September P2.

MC 35% Juga Mengalami Koreksi

Penyesuaian serupa terjadi pada bijih dengan kategori MC 35% (FOB).

Harga bijih kadar 1,1% turun dari US$24,58/wmt pada September P2 menjadi US$23,51/wmt pada Oktober P1. Untuk kadar 1,8%, HPM turun dari US$73,80/wmt menjadi US$71,18/wmt.

Artinya, penurunan pada kategori MC 35% berada dalam rentang US$1,07-US$2,62/wmt.

Kadar 1,1% mencatat koreksi nominal paling kecil, yakni US$1,07/wmt, sedangkan kadar 1,8% mengalami penurunan terbesar sebesar US$2,62/wmt.

Secara persentase, penurunan HPM MC 35% berada pada kisaran 3,55%-4,35%.

Koreksi Oktober Lebih Dalam

Data HPM menunjukkan bahwa tekanan harga pada Oktober P1 tidak hanya terjadi pada satu kadar tertentu. Seluruh delapan kadar yang tercantum dalam tabel mengalami penurunan, baik pada MC 30% maupun MC 35%.

Pada MC 30%, HPM tertinggi untuk kadar 1,8% turun dari US$79,48/wmt menjadi US$76,66/wmt. Sementara pada MC 35%, harga kadar yang sama bergerak dari US$73,80/wmt menjadi US$71,18/wmt.

Jika dilihat dari kadar terendah, bijih 1,1% juga ikut terkoreksi. HPM MC 30% turun US$1,15/wmt dan MC 35% turun US$1,07/wmt.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa penurunan HMA Oktober P1 memberikan dampak ke seluruh struktur harga HPM yang tercantum dalam tabel.

Ada Perubahan Formula HPM

Pergerakan harga Oktober juga perlu dilihat dalam konteks perubahan kebijakan HPM yang mulai berlaku pada pertengahan September.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan Kepmen ESDM No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026 yang mengubah pedoman penetapan harga patokan. Formula tersebut memperhitungkan kandungan Ni, Fe, Co, dan Cr, serta faktor koreksi dan moisture content dalam perhitungan HPM bijih nikel.

Kemudian, pada September 2026, pemerintah kembali melakukan penyesuaian formula melalui KepmenESDM No. 363.K/MB.01/MEM.B/2026 yang mulai berlaku 15 September 2026. Perubahan ini antara lain memberikan perlakuan berbeda terhadap bijih nikel kadar rendah, terutama pada kadar Ni 1,2% atau lebih rendah.

Karena itu, HPM Oktober P1 tidak hanya mencerminkan perubahan HMA, tetapi juga berada dalam rezim formula HPM yang telah diperbarui sejak September.

Harga Oktober Jadi Perhatian Pelaku Industri

Penetapan HMA nikel sebesar US$16.322,67/dmt menempatkan Oktober P1 sebagai periode dengan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan September P2.

Dari sisi HPM, penurunan terlihat merata. Pada MC 30%, harga turun antara US$1,15-US$2,82/wmt. Sementara MC 35% terkoreksi US$1,07-US$2,62/wmt.

Perubahan tersebut penting bagi rantai pasok nikel domestik karena HPM menjadi salah satu acuan dalam transaksi bijih nikel. Formula resmi ESDM menetapkan HPM bijih nikel dalam satuan US$/wmt dan memasukkan HMA nikel sebagai salah satu komponen perhitungannya.

Dengan demikian, memasuki Oktober 2026, pasar bijih nikel menghadapi kombinasi antara HMA yang turun lebih dalam dan HPM yang ikut terkoreksi di seluruh kadar.

Untuk periode selanjutnya, pergerakan HMA akan kembali menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah harga patokan bijih nikel domestik. (Li Han)