Beranda Asosiasi Pertambangan APNI Bertemu Mercedes-Benz, Bahas Industri Nikel dan Rantai Pasok

APNI Bertemu Mercedes-Benz, Bahas Industri Nikel dan Rantai Pasok

94
0
Pertemuan APNI dengan Mercedes Benz menjadi sarana pertukaran informasi mengenai perkembangan industri nikel Indonesia, kebutuhan bahan baku EV, dan persyaratan keberlanjutan yang diterapkan Mercedes-Benz (Foto: Dok. APNI)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menggelar pertemuan dengan Mercedes-Benz untuk membahas perkembangan industri nikel nasional, kebutuhan bahan baku kendaraan listrik, serta persyaratan keberlanjutan dalam rantai pasok industri otomotif global.

Kedua pihak menyoroti pentingnya ketertelusuran asal bijih nikel, transparansi data lingkungan, dan penerapan praktik usaha yang bertanggung jawab untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok nikel di pasar internasional.

Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan, pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi APNI untuk memahami kebutuhan pengguna akhir, khususnya terkait standar keberlanjutan dan perkembangan teknologi kendaraan.

“Pertemuan ini menjadi sarana pertukaran informasi mengenai perkembangan industri nikel Indonesia, kebutuhan bahan baku kendaraan listrik, serta persyaratan keberlanjutan yang diterapkan dalam rantai pasok Mercedes-Benz,” kata Meidy dalam keteranganya, Selasa (29/9/2026).

Dalam diskusi tersebut, keduanya membahas terkait transformasi industri nikel Indonesia melalui hilirisasi, investasi, pembangunan kawasan industri, dan infrastruktur pendukung. Pertumbuhan kapasitas pengolahan dinilai semakin memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global.

Namun, perkembangan tersebut juga menuntut peningkatan tata kelola dan pengawasan, terutama terkait asal-usul material. Salah satu tantangan yang disoroti adalah pencampuran bijih nikel dari berbagai sumber di kawasan industri.

Selain itu, juga dibahas pendekatan produksi yang fleksibel dengan mempertimbangkan perkembangan pasar kendaraan bermesin pembakaran internal dan kendaraan listrik.

Tak hanya itu, APNI juga turut membahas terkait dengan perkembangan penyusunan standar ESG Indonesia yang melibatkan 13 kementerian dan lembaga. Dalam pertemuan tersebut juga turut membahas sekitar 40 persyaratan prioritas IRMA sebagai bahan dialog dengan pemerintah Indonesia. Salah satu opsi yang mengemuka adalah memulai penerapan melalui sekitar 20 persyaratan secara bertahap.

Dalam rangkaian kegiatan pertemuan APNI dengan Mercedes-Benz, APNI juga berkesempatan mengunjungi fasilitas Mercedes-Benz untuk melihat langsung proses produksi kendaraan bermesin konvensional, hibrida, dan listrik. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi APNI untuk memahami perkembangan teknologi otomotif dan keterkaitannya dengan kebutuhan material industri.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan industri nikel Indonesia dalam memenuhi tuntutan pengguna akhir, khususnya terkait ketertelusuran bahan baku, kredibilitas data lingkungan, dan penerapan ESG secara bertahap serta terukur.

Pertemuan APNI dengan Mercedes Benz tersebut dilakukan di fasilitas pabrik dan perkantoran Mercedes-Benz, Sindelfingen, kawasan Stuttgart, Jerman, Kamis, 24 September 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkeng, Raw Material Strategy, Mr. Alle dan Mr. Tobias, dan Sustainability Strategy Mercedes Benz, Mrs. Franziska dan Mr. Timo. (Fi Yun)