Beranda Asosiasi Pertambangan HPM Nikel Periode Mei 2025 Naik, Harga Acuan Tertinggi Sentuh US$45,32 per...

HPM Nikel Periode Mei 2025 Naik, Harga Acuan Tertinggi Sentuh US$45,32 per WMT

Bagan HMA Nikel Periode Ke-2 Mei 2025 dikeluarkan oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI
Oleh Shiddiq

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Harga Patokan Mineral (HPM) nikel Indonesia menunjukkan tren kenaikan pada periode kedua Mei 2025. Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), HPM nikel ditetapkan sebesar US$15.415,00 per dry metric ton (dmt), meningkat dari US$15.049,23 per dmt pada periode pertama bulan yang sama.

Kenaikan ini dihitung berdasarkan formula yang tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 2946K/30/MEM/2017 dan diperkuat dengan Kepmen ESDM No. 175.K/MB.01/MEM.B/2025.

Formula tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk harga referensi internasional, biaya pengolahan dan pemurnian, serta margin keuntungan wajar bagi pelaku usaha tambang.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Kadar Nikel Tinggi Capai US$45,32 per WMT

Kenaikan HPM juga tercermin dalam penyesuaian harga berdasarkan kadar nikel (Ni) dan kadar air (moisture content/MC). Untuk kadar nikel 2,00% dengan MC 30%, harga FOB (Free on Board) tercatat mencapai US$45,32 per wet metric ton (wmt), menjadi angka tertinggi dalam periode ini. Sementara untuk MC 35%, harga berada di angka US$42,08 per wmt.

Harga juga mengalami penyesuaian untuk kadar nikel lainnya sebagai berikut:

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Kadar Ni               CF (%)   MC 30% (US$/wmt)        MC 35% (US$/wmt)

1,60%    17%        29,35     27,25

1,70%    18%        33,02     30,66

1,80%    19%        36,90     34,27

1,90%    20%        41,00     38,08

2,00%    21%        45,32     42,08

Dorongan dari Pasar Global dan Industri Domestik

APNI menyatakan bahwa kenaikan harga ini mencerminkan dinamika pasar global, terutama permintaan yang terus meningkat dari sektor pengolahan dan pemurnian (smelter) dalam negeri serta industri kendaraan listrik dunia yang banyak menggunakan nikel sebagai bahan baku baterai.

Penetapan HPM harus dilakukan secara terbuka dan akurat agar mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan mendukung keberlanjutan sektor pertambangan nasional.

HPM sebagai Indikator Penting untuk Royalti dan Transaksi

Sebagai informasi, Harga Patokan Mineral (HPM) digunakan sebagai acuan dalam transaksi mineral logam di pasar domestik. HPM juga menjadi referensi utama dalam penetapan kewajiban pembayaran royalti kepada negara oleh perusahaan tambang.

Kenaikan HPM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan negara sekaligus menciptakan ekosistem industri pertambangan yang lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. (Shiddiq)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik APNI →

  1. APNI dan Kaledonia Baru Buka Peluang Kolaborasi Industri Nikel
  2. ICM Forum 2026: Indonesia Membawa Mineral Kritis ke Panggung Dunia
  3. APNI Hadir dalam Leadership Dialogue Lubrizol, Tekankan Kolaborasi Industri Tambang
  4. APNI Hadir di FGD Silika Indonesia, Dorong Penguatan Kebijakan dan Hilirisasi
  5. APNI Hadiri Forum Hilirisasi BIG Downstream Insights 2026
  6. HPM Nikel Periode Mei 2025 Naik, Harga Acuan Tertinggi Sentuh US$45,32 per WMT sedang Anda baca

Istilah di artikel ini

HPM
Harga Patokan Mineral
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →