Beranda Asosiasi Pertambangan Kenaikan Tarif Royalti Tambah Beban Baru bagi Penambang

Kenaikan Tarif Royalti Tambah Beban Baru bagi Penambang

Sekum APNI Meidy Katrin Lengkey saat diskusi Wacana Kenaikan Tarif Royalti, Hotel Sultan, Jakarta, Senin, (17/3/2025). Dok MNI
Oleh Shiddiq

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, meminta pemerintah untuk mengalihkan rencana kenaikan tarif royalti pertambangan nikel ke sektor lain.

Meidy beralasan bahwa penambahan royalti justru akan memberatkan para pengusaha tambang, yang sudah menghadapi berbagai beban berat.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference
https://www.argusmedia.com/en/events/conferences/nickel-indonesia-conference

“Sederhana saja, daripada menaikkan royalti, lebih baik kita menaikkan royalti dari sektor lain,” ujar Meidy dalam sebuah acara diskusi Wacana Kenaikan Royalti Pertambangan Nikel, di Jakarta baru-baru ini.

Menurutnya, beban para penambang saat ini sudah cukup tinggi, terutama dengan adanya kewajiban penempatan devisa hasil ekspor (DHE) yang mencapai 100% dan harus dilakukan selama satu tahun penuh.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Beban-beban kita sangat banyak, kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi terhadap pemerintah,” tambahnya.

https://www.futurefacingcommodities.com/registration

Dia khawatir bahwa apabila royalti dinaikkan, maka marjin keuntungan perusahaan tambang akan semakin tergerus. Akibatnya, kapasitas produksi tambang bisa dipangkas, yang pada gilirannya berpotensi menyebabkan penurunan pendapatan dan bahkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal bagi para karyawan serta perusahaan pendukung dan daerah di sekitar wilayah pertambangan.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Jika kapasitas produksi kita kurangi dan beberapa perusahaan akhirnya memilih untuk tutup, lalu untuk apa kita teruskan produksi kalau tidak ada kebutuhan?” ujarnya.

Baca Juga:

Tarif Royalti Naik, APNI: Pengusaha Tambang Keberatan

APNI: Daripada Naikkan Tarif Royalti, Lebih Baik Pemerintah Tetapkan Harga Kobalt dan Fero

Kadin Tanggapi Wacana Kenaikan Tarif Royalti Nikel

Meidy juga menyoroti proyeksi kebutuhan nikel pada tahun 2025 yang diperkirakan mencapai sekitar 500 juta ton, dengan rata-rata cut-off sekitar 1,5 hingga 1,6 juta ton per tahun. Oleh karena itu, ia berharap agar organisasi-organisasi yang berkepentingan dapat membantu APNI dalam perhitungan kalkulasi komoditas nikel.

“Tolong bantu APNI untuk membuat perhitungan yang jelas, kira-kira kita bisa menutupi kebutuhan ini sampai kapan, dan smelter-smelter ini bisa beroperasi sampai kapan,” harapnya.

Meidy juga mengingatkan bahwa dalam kondisi saat ini, perusahaan tambang harus mempertimbangkan hingga berapa lama mereka bisa berproduksi, dan seberapa lama investor masih bisa menikmati hasil dari produksi nikel.

https://cobaltcongressregistration.org/

“Ini juga berdampak pada harga jual dan cadangan mineral yang ada,” tuturnya.

Meidy berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut demi keberlangsungan industri tambang nikel di Indonesia. (Shiddiq)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Sekum APNI APNI Meidy Katrin Lengkey →

  1. Indonesia Dorong Pertambangan Nikel Berkelanjutan Lewat Konsep “Mineral Hijau”
  2. HPM Nikel Periode I November Turun Jadi US$15.075,33/dmt
  3. APNI Dorong Transformasi Ekosistem Nikel Berkelanjutan di Asia Steel & Mineral Conference 2025 Malaysia
  4. APNI Rilis INPI per 27 Oktober 2025: Harga Nikel Nasional Stabil
  5. Ketidakpastian Regulasi RKAB Menjadi Sorotan di ICMMS 2025
  6. Kenaikan Tarif Royalti Tambah Beban Baru bagi Penambang sedang Anda baca

Istilah di artikel ini

DHE
Devisa Hasil Ekspor
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →