Beranda Tambang ADEN Indonesia: Manajemen Fasilitas Berperan Penting Jaga Produktivitas Industri Pertambangan Nikel

ADEN Indonesia: Manajemen Fasilitas Berperan Penting Jaga Produktivitas Industri Pertambangan Nikel

Head of Business Development ADEN Indonesia, Indira Anindita. (Foto: MNI/Lili Handayani)
Oleh Momon Tarmono

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pengelolaan fasilitas atau facilities management menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas industri pertambangan nikel. Dukungan fasilitas yang memadai, mulai dari penyediaan makanan, tempat tinggal, hingga layanan operasional di kawasan tambang dan pengolahan, diperlukan agar tenaga kerja dapat bekerja secara optimal tanpa mengganggu target produksi.

Head of Business Development ADEN Indonesia, Indira Anindita, menyampaikan bahwa kebutuhan pengelolaan fasilitas harus mengikuti setiap tahapan dalam rantai nilai industri nikel. Hal tersebut mencakup kegiatan eksplorasi, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, hingga reklamasi.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Kepada nikel.co.id, di sela acara The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (4/11/2026), Indira menjelaskan bahwa pengelolaan fasilitas tidak hanya berkaitan dengan penyediaan kebutuhan dasar tenaga kerja, tetapi juga mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

“Untuk yang tadi saya presentasikan lebih ke arah bagaimana di era 2026, khususnya menyambut 2027, untuk workforce dan facility yang membuat workforce ini bisa retain di site, itu bagaimana bisa mereka ini tidak mengganggu production dan bisa memenuhi target yang dibutuhkan, dari mulai makanan yang bagus, tempat tidur yang sesuai, dan semua yang mendukung productivity dari workforce-workforce ini,” jelasnya.

Menurut Indira, setiap tahapan dalam rantai nilai nikel memiliki karakteristik dan kebutuhan fasilitas yang berbeda. Karena itu, pendekatan pengelolaan fasilitas perlu disesuaikan dengan skala kegiatan, jumlah tenaga kerja, serta dinamika operasional di masing-masing tahapan.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Pada tahap eksplorasi, misalnya, fasilitas harus memiliki mobilitas tinggi karena kegiatan pengeboran dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

“Di exploration itu lebih ke arah mobility, jadi facilities management yang harus mobile bersama drill crew ke site-site exploration yang berbeda-beda,” paparnya.

Kebutuhan tersebut berubah ketika proyek memasuki tahap konstruksi. Pada fase ini, jumlah tenaga kerja dapat meningkat dengan cepat sebelum kemudian berkurang seiring perkembangan dan penyelesaian pekerjaan. Pengelolaan fasilitas harus mampu mengikuti perubahan jumlah pekerja tersebut.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Indira menilai, dukungan fasilitas menjadi penting selama konstruksi karena pekerjaan berlangsung dengan tenggat waktu yang ketat. Ketersediaan layanan yang memadai diperlukan agar kegiatan proyek berjalan lancar dan tidak menimbulkan gangguan terhadap produktivitas.

“Facilities managementnya harus bisa mengikuti kenaikan dan penurunan workforce tersebut di site dan tetap mendukung semua productivity berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahap konstruksi, pengelolaan fasilitas juga berkaitan dengan aspek kesehatan dan keselamatan tenaga kerja. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan operasional, termasuk risiko wabah penyakit maupun keracunan.

Memasuki tahap penambangan dan produksi, kebutuhan utama pengelolaan fasilitas adalah konsistensi layanan. Operasional tambang yang berlangsung selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu membutuhkan dukungan fasilitas secara berkelanjutan, termasuk pelaksanaan audit secara berkala.

“Di site itu berjalannya 24×7, jadi semua audit itu harus berjalan secara regular,” kata Indira.

Sementara itu, pada tahap pengolahan dan pemurnian, skala kebutuhan fasilitas meningkat karena kegiatan operasional telah berkembang ke skala kawasan industri. Jumlah tenaga kerja pada fase ini juga jauh lebih besar dibandingkan tahap penambangan dan produksi.

Dengan skala tersebut, pengelolaan fasilitas perlu diperluas untuk mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja dan operasional yang semakin kompleks.

Adapun pada tahap terakhir, yaitu reklamasi, fokus pengelolaan fasilitas beralih pada pengurangan skala kegiatan, penyusutan, serta demobilisasi seiring berakhirnya aktivitas di lokasi tambang. Indira menilai, pembahasan mengenai pengelolaan fasilitas dalam konferensi tersebut memberikan perspektif penting bagi industri nikel. Menurutnya, aspek ini kerap belum mendapat perhatian yang sebanding dengan kegiatan produksi dan pengolahan. (Lili Handayani)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Eksplorasi →

  1. ADEN Indonesia: Manajemen Fasilitas Berperan Penting Jaga Produktivitas Industri Pertambangan Nikel sedang Anda baca
  2. Meidy Katrin : Jumlah Cadangan Nikel Harus Dibuktikan dengan Data Eksplorasi Detail
  3. Dalam 10 Tahun Terakhir, RI Tak Temukan Cadangan Mineral Baru
  4. Pemerintah Dorong Eksplorasi Guna Tingkatkan Cadangan Nikel
  5. Perusahaan Tambang Wajib Sisihkan Sebagian Laba Untuk Dana Eksplorasi
  6. Perusahaan Tambang Minerba Tunggu Detail Aturan Wajib Eksplorasi dan Dana Ketahanan Cadangan

Agenda industri terdekat

Semua agenda →