Beranda Berita Nasional Tak Cukup Andalkan Bahan Baku, Indonesia Perlu Kuasai Teknologi Pengolahan Logam Tanah...

Tak Cukup Andalkan Bahan Baku, Indonesia Perlu Kuasai Teknologi Pengolahan Logam Tanah Jarang

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Industri Mineral (BIM), Julian Ambassadur Shiddiq, saat memberikan paparannya pada diskusi panel “Strategi nasional penguatan industrialisasi berbasis mineral kritis dan mineral sekunder yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan perkuatan UMKM” di Minerba Convex 2026, Jakarta, Senin (2/11/2026). (Foto: MNI/Tubagus)
Oleh Momon Tarmono

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Industri Mineral (BIM), Julian Ambassadur Shiddiq, menegaskan penguasaan teknologi pengolahan menjadi kunci bagi Indonesia untuk memaksimalkan nilai tambah sumber daya mineral, khususnya logam tanah jarang (LTJ). Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku, tetapi juga perlu mengembangkan teknologi pengolahan sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.

“Memiliki bahan baku saja tidak cukup. Kita juga perlu menguasai teknologi pengolahannya,” ujar Julian dalam paparannya pada diskusi panel “Strategi nasional penguatan industrialisasi berbasis mineral kritis dan mineral sekunder yang berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan perkuatan UMKM” di Minerba Convex 2026, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Julian menjelaskan, logam tanah jarang memiliki beragam pemanfaatan dalam pengembangan teknologi maju. Kebutuhan terhadap mineral strategis tersebut juga semakin mendapat perhatian seiring perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik global.

Ia menyoroti dominasi China dalam industri logam tanah jarang dunia. Dalam paparannya, sekitar 90% produksi logam tanah jarang global disebut dikuasai China, sementara banyak negara masih bergantung pada negara tersebut dalam penguasaan teknologi ekstraksi dan pemisahan mineral.

“Kami sudah mencoba menjalin kerja sama dengan 23 negara. Namun, hampir semua negara tersebut masih membatasi akses terhadap teknologi yang mereka miliki. Karena itu, tidak ada jalan lain selain mengembangkan teknologi sendiri,” katanya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Menurut Julian, pengembangan teknologi pengolahan mineral perlu mencakup sumber daya primer maupun sekunder. Salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan ialah residu pertambangan yang berasal dari kegiatan pengolahan mineral, termasuk nikel, timah, dan bauksit.

Ia menyebut, material sisa pertambangan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 330 juta ton per tahun. Residu pertambangan nikel, misalnya, disebut memiliki kandungan skandium sekitar 53 ppm yang berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi industri.

“Karena itu, tantangan besar kita ke depan adalah menciptakan teknologi sendiri agar proses pemisahan mineral dapat dilakukan di dalam negeri. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar dari sumber daya mineral yang dimiliki,” jelasnya.

Penguasaan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan industri logam tanah jarang dan berbagai program strategis nasional, termasuk pengembangan motor listrik, peralatan berbasis magnet permanen, serta kebutuhan industri lainnya.

Selain pengembangan teknologi, BIM juga menyoroti perlunya dukungan pembiayaan agar hasil riset yang masih berada pada skala laboratorium dapat dikembangkan menuju skala demonstrasi hingga industri. Pengembangan laboratorium pengujian di daerah juga diperlukan untuk memperkuat kemampuan identifikasi dan pengujian mineral.

“Hal ini penting karena kemandirian dalam pengelolaan sumber daya alam sangat bergantung pada kemampuan kita mengembangkan teknologi, mulai dari eksplorasi hingga pemurnian mineral,” pungkas Julian. (Tubagus)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Minerba Convex 2026 →

  1. Catur Gunadi: Hilirisasi Minerba Harus Ikut Sejahterakan Masyarakat Lingkar Tambang
  2. IMA: PPM Tambang Harus Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
  3. Tak Cukup Andalkan Bahan Baku, Indonesia Perlu Kuasai Teknologi Pengolahan Logam Tanah Jarang sedang Anda baca
  4. Minerba Convex 2026 Dorong Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang
  5. Wakil Gubernur Kaltim Usulkan Mineral Fund Daerah untuk Jaga Ekonomi Pascatambang
  6. Mahasiswa Antusias Ikuti MINERBA CONVEX 2026, Bidik Wawasan dan Relasi Industri

Agenda industri terdekat

Semua agenda →