
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) mengembangkan lahan pascatambang di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menjadi kawasan produktif melalui program pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat setelah kegiatan pertambangan berakhir.
Permit & Government Relation Head PT PKN, Iwan Suryatno, mengatakan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) harus berjalan seiring dengan perencanaan pascatambang. Perusahaan berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan ketika aktivitas pertambangan tidak lagi berlangsung.
“Nah, setelah tambang selesai, jangan sampai jadi kota hantu atau desa hantu. Nah, ini yang perlu kita lakukan transformasi manfaat,” ujarnya dalam panel diskusi “Membangun Kemandirian melalui Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Lingkar Tambang” di Minerba Convex 2026, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Salah satu upaya yang dikembangkan adalah pemanfaatan lahan bekas tambang untuk kegiatan ekonomi produktif. Program tersebut mencakup pengembangan kakao, tanaman atsiri, peternakan sapi dan kambing, ayam petelur, serta perikanan air tawar.
Dalam pengembangan kakao, PT PKN menjalankan program dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, pendampingan budidaya, panen, pengolahan, hingga pemasaran produk cokelat. Perusahaan juga melibatkan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam proses pembibitan untuk memberikan keterampilan sekaligus membuka peluang pendapatan.
Iwan mengatakan, pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi kawasan produktif merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kita mencoba bagaimana bekas tambang menjadi pertanian perkebunan, kita ada kakao dan atsiri jadi kakao ini setelah kita berhasil di masyarakat program pemberdayaan, salah satu area sampai 40 hektare juga kita kembangin pasca tambang,” katanya.
Selain perkebunan, perusahaan mengembangkan peternakan sapi dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari rantai ekonomi baru. Kebutuhan pakan ternak juga diupayakan terhubung dengan hasil pertanian masyarakat, termasuk komoditas jagung. Sementara itu, limbah kakao berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan peternakan.
Pengembangan program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pendampingan teknis sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kegiatan ekonomi.
Iwan menyebut pemanfaatan lahan pascatambang untuk perkebunan kakao telah menunjukkan hasil. Tanaman kakao yang dikembangkan di kawasan tersebut dapat tumbuh dan menghasilkan buah. “Jadi ya alhamdulillah sebenarnya ada beberapa pihak yang masih gak percaya, ternyata lahan tambang itu masih berfungsi sebenarnya dan bisa untuk ditanamkan jadi hari ini kita bisa membuktikan bahwa tanaman kakao pun bisa tumbuh di sana dan bisa berbuah,” pungkasnya. (Tubagus)
Perkembangan cerita ini
Topik #Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat →
- PT PKN Sulap Area Bekas Tambang Jadi Kebun Kakao dan Peternakan sedang Anda baca
- PPM Tambang Harus Mampu Membangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat
- Minerba Convex 2026 Dorong Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang
- Ervina Fitriyani: Perusahaan Perlu Memastikan Keberlangsungan Sumber Ekonomi Masyarakat Sekitar Tambang
Agenda industri terdekat
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran SEMINAR APNI – HEATECH INDONESIA 20264 November 2026 · JIExpo Kemayoran, Hall A2, Conference Room 2
- 10Nov





























