Beranda Berita Nasional LiuGong Tawarkan Alat Berat Listrik untuk Pertambangan, Konsumsi Energi Hemat 30%

LiuGong Tawarkan Alat Berat Listrik untuk Pertambangan, Konsumsi Energi Hemat 30%

88
0
Head of Mining Business PT LiuGong Machinery Indonesia, M. Wahyudi Ari N. (Foto: MNI/Shiddiq)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Saat ini selain pengelolaan sumber daya, transformasi teknologi, dari pemanfaatan kendaraan berbahan bakar fosil menjadi  kendaraan listrik atau electic vehicle (EV), juga menjadi salah satu isu yang dibahas dalam berbagai forum, termasuk Annual Business Meeting 2026, di J.W. Marriott Hotel, Jakarta, Senin kemarin (21/9/2026).

Salah satu perusahaan yang giat mendorong transformasi taknologi adalah PT LiuGong Machinery Indonesia. Perusahaan penghasil alat-lata berat ini mendorong pemanfaatan alat-alat berat EV untuk sektor pertambangan.

Head of Mining Business PT LiuGong Machinery Indonesia, M. Wahyudi Ari N., menjelaskan, saat ini LiuGong mengembangkan tiga lini teknologi, yakni diesel, hybrid, dan full electric. Penggunaan alat berat listrik dapat menekan konsumsi energi sekaligus biaya operasional.

“Dengan menggunakan electric tentunya akan menghemat cost energy kurang lebih 30% dan produktivitas juga akan meningkat,” ungkap Wahyudi sembari menambahkan bahwa biaya pemeliharaan alat berat listrik juga berpotensi lebih rendah karena interval servis lebih panjang.

Untuk mendukung dunia pertambangan di Indonesia, LiuGong telah memiliki excavator full electric kelas 20 ton hingga 95 ton serta mengembangkan electric wheel loader, dozer, grader, dan kendaraan angkut. Untuk electric wheel loader, sekitar 200 unit disebut telah digunakan dalam proyek tambang di Indonesia.

Zero emission karena full electric dan lower energy consumption 30%,” katanya.

Selain teknologi full electric, LiuGong mengembangkan kendaraan hybrid. Untuk truk kelas besar, perusahaan telah memiliki produk berkapasitas sekitar 100 ton yang beroperasi di salah satu tambang batu bara di Indonesia. Teknologi hybrid tersebut disebut dapat menekan konsumsi energi sekitar 20–30%, sementara pada sejumlah produk biaya maintenance dan overhaul dapat turun hingga sekitar 60%.

LiuGong, Wahyudi melanjutkan, juga menyiapkan produksi electric machinery di fasilitas manufaktur Karawang. Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi pada 2027 dengan kapasitas sekitar 5.000 unit per tahun untuk memenuhi pasar Indonesia dan ekspor.

Berbagai isu tersebut dibahas dalam forum dengan tema “Beyond Boundaries, Toward Global Excellence: Advancing Sustainable Mining Services Through Innovation and Collaboration” yang diselenggarakan Antam Resources Id itu.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan industri serta jasa pertambangan, termasuk keberlanjutan, inovasi, hilirisasi, dan penguatan ekosistem pertambangan. (Shiddiq)