Beranda Korporasi Perkuat Bisnis di Indonesia, XCMG Bangun Pusat Remanufaktur Alat Berat di Balikpapan

Perkuat Bisnis di Indonesia, XCMG Bangun Pusat Remanufaktur Alat Berat di Balikpapan

75
0
Presiden Direktur XCMG Group Indonesia, Kong Qing Chao (Foto: Dok. XCMG)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Produsen alat berat asal China, XCMG, memperkuat bisnisnya di Indonesia dengan membangun Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama pada 16 September 2026. Pusat ini menjadi fasilitas overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertambangan pertama XCMG di luar negeri.

Presiden Direktur XCMG Group Indonesia, Kong Qing Chao, mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat lokalisasi sekaligus memperluas layanan kepada pelanggan di Indonesia.

Pusat remanufaktur tersebut akan menangani sejumlah kebutuhan, mulai dari overhaul dan remanufaktur komponen inti, pergudangan suku cadang regional, pelatihan tenaga teknis lokal, hingga rekondisi unit bekas. Kehadiran fasilitas ini juga akan mengintegrasikan proses pengumpulan dan inspeksi komponen bekas, pemulihan dan remanufaktur, penyediaan suku cadang, hingga layanan di lapangan dalam satu sistem layanan purnajual.

XCMG menyebut, setelah pusat tersebut selesai dibangun, sebagian besar pekerjaan perbaikan dapat dilakukan secara lokal. Langkah ini diharapkan dapat memperpendek waktu tunggu perbaikan, mengurangi waktu penghentian operasi peralatan, serta membantu pelanggan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.

“Dengan hadirnya pusat remanufaktur di Indonesia, proses overhaul dan respons penyediaan suku cadang dapat dilakukan lebih cepat, sehingga kerugian akibat peralatan tidak beroperasi dapat lebih terkendali. Hal ini semakin meningkatkan keyakinan kami untuk memperdalam kerja sama ke depannya,” ujar Kong Qing Chao dalam keterangan yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Kamis (17/9/2026).

Ia menambahkan, fasilitas tersebut akan menerapkan standar teknologi remanufaktur global XCMG serta sistem manajemen kualitas yang berorientasi pada efisiensi dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia. Pembangunan pusat remanufaktur merupakan bagian dari pengembangan rantai nilai XCMG di Indonesia yang mencakup penelitian dan pengembangan (R&D), manufaktur, pengadaan, penjualan, layanan, hingga pembiayaan.

Setelah lebih dari 30 tahun berkiprah di Indonesia, XCMG secara bertahap memperkuat kapabilitas lokalnya. Basis manufaktur energi baru pertama XCMG di luar negeri telah dibangun dan mulai beroperasi. Selain itu, XCMG telah mengoperasikan pusat R&D di Indonesia yang berfokus pada adaptasi produk terhadap kondisi suhu dan kelembapan tinggi serta karakteristik operasional peralatan di Indonesia.

Di sektor pembiayaan, perusahaan juga telah menghadirkan solusi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Menurut XCMG, integrasi manufaktur, R&D, pembiayaan, penjualan, dan layanan remanufaktur akan membuat rantai nilai perusahaan di Indonesia semakin lengkap.

Selain memperkuat layanan, strategi lokalisasi XCMG juga diarahkan pada pengembangan talenta dan penciptaan lapangan kerja. Perusahaan menjalankan program bersama perguruan tinggi untuk membina tenaga teknis lokal serta memperluas lapangan kerja di bidang layanan purnajual.

Chairman XCMG, Yang Dongsheng, menyebut, dalam ekspansi globalnya XCMG memegang prinsip globalisasi adalah lokalisasi. Jadi, pembangunan Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia di Balikpapan menjadi bagian dari langkah perusahaan memperkuat operasional dan layanan purnajual di Indonesia, khususnya untuk mendukung kebutuhan sektor pertambangan. (Shiddiq)