

NIKEL.CO.ID, YOGYAKARTA – PT LiuGong Machinery Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri alat berat melalui partisipasinya dalam The 2026 Annual Conference of China–Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA).
Forum internasional ini mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin pendidikan vokasi, serta perwakilan industri dari Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
Konferensi tahunan CITIEA 2026 diselenggarakan atas kolaborasi, antara lain Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI), Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), bekerja sama dengan China Education Association for International Exchange (CEAIE).

Kegiatan tersebut berlangsung pada 27–28 April 2026 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dengan partisipasi perwakilan pemerintah, perguruan tinggi vokasi, pelaku industri, dan organisasi internasional. Pertemuan tahunan mendapat dukungan kuat dari pemerintah Indonesia dan Tiongkok, ditandai dengan kehadiran Menko PMK, Prof. Dr. Pratikno.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Khusus Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Oki Earlivan Sampurno, dan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Chen Wu.
Hadir pula Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ketua FDPNI, Ahyar Muhammad Diah, Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Hassan Wirajuda, perwakilan dari Liuzhou Polytechnic University, serta lebih dari 200 tamu undangan dari unsur pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri.

Hadir sebagai perwakilan industri, Presiden Direktur PT LiuGong Machinery Indonesia, Levi Lin, dalam pidatonya menyampaikan pentingnya peran talenta dalam transformasi industri.
“Kami meyakini bahwa secerdas apa pun peralatan, tetap membutuhkan tenaga profesional untuk mengoperasikannya. Seberapa pun maju manufaktur, tetap memerlukan insan yang berdedikasi untuk menjaganya. Investasi LiuGong di Indonesia tidak hanya terbatas pada produk, jaringan, dan layanan, tetapi mencakup komitmen jangka panjang pengembangan SDM,” ujar Levi.
Sejak 2006, LiuGong telah berkembang menjadi salah satu perusahaan alat berat Tiongkok yang berakar kuat di Indonesia. Hingga saat ini, LiuGong telah menginvestasikan lebih dari US$300 juta, termasuk pengembangan layanan keuangan pada 2025 dan rencana operasional pabrik modern berstandar tinggi pada 2027.

Seiring ekspansi tersebut, LiuGong secara konsisten menempatkan pengembangan talenta sebagai prioritas utama melalui berbagai inisiatif pendidikan vokasi.
Sejak 2022, LiuGong secara konsisten mendorong integrasi antara pendidikan dan industri melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari pengembangan program vokasi order-based class, pembentukan Aliansi Vokasi Tiongkok–Indonesia, hingga pendirian LiuGong University cabang Indonesia.
“Upaya ini telah membuahkan hasil nyata dengan lebih dari 2.650 peserta dari Indonesia yang telah mengikuti program pelatihan, di mana banyak di antaranya kini berperan sebagai tulang punggung operasional bisnis,” tutur Levi.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi erat dengan berbagai institusi pendidikan terkemuka, seperti Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Sriwijaya, UGM, Beijing Institute of Technology, serta Liuzhou Vocational & Technical University, yang mencakup pengembangan kurikulum bersama, penyusunan standar, materi ajar bilingual, hingga pembangunan fasilitas pelatihan dan pusat riset. (Li Han)




















































