Beranda Korporasi LiuGong Indonesia Siapkan Talenta Muda Alat Berat, 52 Mahasiswa Terjun Langsung ke...

LiuGong Indonesia Siapkan Talenta Muda Alat Berat, 52 Mahasiswa Terjun Langsung ke Dunia Industri

149
0
Para mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta dan Politeknik Negeri Sriwijaya yang mengikuti program maga di PT LiuGong Machinery Indonesia (Foto: Dok. LiuGong)

NIKEL.CO.OD, JAKARTA — Hari itu, Jumat (17/4/2026), suasana berbeda dari bisanya tampak di halaman PT LiuGong Machinery Indonesia, di Cakung, Jakarta Utara. Alat berat berukuran raksasa seperti biasa berjejer rapi, tapi hari itu menjadi  istimewa karena ada puluhan mahasiswa berdiri rapi menyimak arahan dengan penuh antusias. Hari itu menjadi titik awal perjalanan baru bagi 52 mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang resmi memulai program magang di perusahaan tersebut.

Bagi mereka, ini bukan sekadar program praktik kerja. Ini adalah entry point ke dunia industri sesungguhnya. Program magang yang dijalankan PT LiuGong Machinery Indonesia memang didesain bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi para mahasiswa langsung terlibat dalam aktivitas kerja nyata, didampingi para profesional berpengalaman. Bahkan, mereka dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan di lapangan.

“Ini bukan hanya tentang kebutuhan tenaga kerja hari ini, tetapi tentang membangun masa depan industri alat berat Indonesia. Kami ingin menyiapkan generasi yang benar-benar siap terjun ke lapangan,” ungkap Chief Operation Officer LiuGong Indonesia, Daniel Prayoga, sambil menegaskan, program tersebut investasi jangka panjang perusahaan.

Langkah ini sekaligus menjawab tantangan klasik industri: kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui kolaborasi erat dengan kampus, LiuGong mencoba menjembatani celah tersebut.

Menyambut hal tersebut, Direktur PNJ, Syamsurizal, mengatakan, kolaborasi ini sebagai contoh nyata link and match yang berjalan efektif. Sejak dimulai pada 2024, kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi sudah diwujudkan dalam bentuk fasilitas, peralatan, hingga integrasi kurikulum.

“Jadi, mahasiswa tidak hanya belajar teori. Mereka langsung bersentuhan dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Ini pengalaman yang tidak tergantikan,” katanya.

Syamsurizal senang melihat antusiasme mahasiswa yang tinggi. Bahkan, sebagian rela ditempatkan di lokasi terpencil, seperti Merauke, demi mendapatkan pengalaman lebih luas.

“Di situlah karakter dan kemampuan problem solving mereka benar-benar diuji,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Wakil Direktur IV Polsri, Irma Salamah, yang mengatakan, program magang ini menjadi fase krusial sebelum mahasiswa benar-benar memasuki dunia kerja.

“Di sini mereka belajar bukan hanya soal teknis, tetapi juga sikap, integritas, dan kemampuan beradaptasi. Dunia industri memiliki dinamika yang berbeda dengan kampus,” ujarnya.

Irma menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater, bersikap proaktif, serta memiliki inisiatif tinggi selama menjalani program.

Periode IV

Sejak pertama kali digelar pada 2023, program magang LiuGong telah memasuki periode keempat. Puluhan mahasiswa telah mengikuti program ini dan sebagian di antaranya kini telah resmi bergabung sebagai karyawan perusahaan.

Tak hanya itu, LiuGong juga menawarkan peluang lebih luas bagi peserta terbaik. Sekitar 25% mahasiswa terpilih berkesempatan mendapatkan beasiswa, termasuk pengalaman belajar langsung di Tiongkok sebelum kembali mengikuti tahap seleksi lanjutan di Indonesia. Skema ini menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki program magang pada umumnya, menggabungkan pengalaman lokal dengan exposure global.

Melalui pendekatan ini, LiuGong tidak hanya mencetak tenaga kerja siap pakai, tetapi juga membangun fondasi sumber daya manusia unggul di sektor alat berat. Sebuah langkah strategis di tengah meningkatnya kebutuhan industri akan tenaga terampil dan adaptif.

Bagi 52 mahasiswa yang berdiri di yard pagi itu, perjalanan mereka baru saja dimulai. Namun, satu hal pasti: pengalaman ini akan menjadi bekal penting yang membentuk masa depan mereka di dunia industri. (Li Han)