Beranda Berita Nasional Ikatan Alumni Tambang ITB Gelar FGD, Bahas Isu Strategis Industri Pertambangan

Ikatan Alumni Tambang ITB Gelar FGD, Bahas Isu Strategis Industri Pertambangan

Ketua Ikatan Alumni Tambang ITB, Achmad Ardianto. Foto: MNI/Tubagus Rachmat
Oleh Tubagus Rachmat

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Ikatan Alumni Tambang (IAT) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar focus group discussion (FGD) untuk membahas isu-isu strategis industri pertambangan nasional. Forum ini menghadirkan unsur pentahelix yang terdiri dari akademisi, pelaku usaha, asosiasi, pemerintah, hingga media.

Ketua IAT ITB, Achmad Ardianto, menegaskan, FGD tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat pemahaman para alumni tambang terhadap dinamika industri, sekaligus merumuskan gagasan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Acara ini dilaksanakan agar kita selalu berada di level pemahaman yang memadai sebagai alumni tambang terhadap persoalan industri pertambangan di Indonesia. FGD ini juga diharapkan bisa menghasilkan pemikiran yang dapat kita usulkan kepada para pemangku kepentingan,” ujar Achmad dalam sambutannya pada FGD IAT ITB bertema “Tantangan, Peluang, dan Arah Kebijakan Harga Batu Bara Acuan dan Harga Patokan Mineral”, di J.S. Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Dalam forum tersebut, salah satu isu yang menjadi sorotan adalah kebijakan harga batu bara acuan (HBA) dan harga patokan mineral (HPM). Keduanya dinilai memiliki pengaruh besar terhadap arah pengelolaan sumber daya alam, termasuk stabilitas bisnis tambang, penerimaan negara, dan keberlanjutan hilirisasi.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi dalam penerapan HBA dan HPM adalah fluktuasi harga global yang kerap kali tidak sejalan dengan kebutuhan domestik. Di sisi lain, kebijakan harga juga harus mampu memberikan kepastian usaha bagi pelaku tambang sekaligus menjamin penerimaan negara tetap optimal.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Isu HBA dan HPM ini strategis karena menyangkut stabilitas usaha, penerimaan negara, dan dorongan hilirisasi. Rumusan pemikiran dari FGD ini akan kita tuangkan dan sampaikan kepada stakeholder serta media agar bisa menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Dia menambahkan, di balik tantangan tersebut terdapat peluang besar untuk mendorong tata kelola yang lebih berkeadilan. Dengan kebijakan harga yang tepat, industri tambang Indonesia diyakini bisa semakin kompetitif, memberikan nilai tambah lebih besar melalui hilirisasi, serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat luas. (Tubagus)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Industri Pertambangan →

  1. Kemenperin: Ekspansi Pertambangan Dorong Permintaan Alat Berat Nasional
  2. PT Prospera Energindo Perkasa Tawarkan Solusi XRF Terjangkau untuk Industri Pertambangan Nikel
  3. ESG tak Lagi Jadi Risiko Utama, Berubah Jadi Strategi Inti Bisnis Tambang
  4. Di Tengah Peningkatan Industri Pertambangan, Industri Mesin dan Alat Berat Makin Tangguh
  5. Ikatan Alumni Tambang ITB Gelar FGD, Bahas Isu Strategis Industri Pertambangan sedang Anda baca
  6. Gubernur Sherly Tjoanda: Industri Pertambangan Menjadi Penyumbang Terbesar PDB Maluku Utara

Istilah di artikel ini

HPM
Harga Patokan Mineral
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →