
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – PT Prospera Energindo Perkasa menghadirkan solusi pengujian kadar bijih nikel melalui penyediaan perangkat X-Ray Fluorescence (XRF) serta layanan pelatihan petugas proteksi radiasi bagi pelaku industri pertambangan dan pengolahan mineral di Indonesia.
Direktur Utama PT Prospera Energindo Perkasa, Habidin, mengatakan, perusahaannya merupakan authorized distributor LAN Scientific Scopex 980CS yang menyediakan berbagai jenis perangkat XRF untuk kebutuhan pengendalian mutu (quality control/QC) laboratorium pertambangan, mulai dari tipe handheld, portable, hingga benchtop.

Selain menyediakan perangkat analisis laboratorium, Prospera juga menawarkan program pelatihan bagi petugas proteksi radiasi. Menurut Habidin, pelatihan tersebut diperlukan karena penggunaan peralatan XRF wajib memenuhi ketentuan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.
“Seperti kita tahu bahwa sesuai UU No. 10 Tahun 1997, diperlukan izin pemanfaatan terhadap penggunaan alat-alat XRF. Jadi, bagi yang belum memiliki petugas proteksi radiasi, bisa langsung menghubungi kami untuk informasi lebih lanjut,” ujarnya kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) saat ditemui di sela acara Training to Miners (TTM) Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Seri Ke-8, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan XRF menjadi salah satu kebutuhan utama dalam industri pertambangan nikel karena mampu mengidentifikasi kandungan unsur dalam sampel secara cepat. Melalui alat tersebut, pengguna dapat mengetahui kadar nikel maupun unsur-unsur lain yang memiliki nilai ekonomis.

Salah satu keunggulan produk LAN Scientific Scopex 980CS yang dipasarkan Prospera adalah harga yang lebih kompetitif dibandingkan perangkat sekelasnya di pasaran. Dengan investasi yang relatif setara dengan harga handheld XRF perusahaan sudah dapat memperoleh perangkat XRF kelas benchtop yang memiliki kemampuan analisis lebih tinggi.
“Dengan harga yang relatif sangat terjangkau, pengguna sudah bisa memiliki XRF sekelas benchtop. Jadi, dengan nilai investasi yang kurang lebih setara handheld XRF, pelanggan bisa mendapatkan perangkat dengan kemampuan yang lebih tinggi,” jelasnya.
Penggunaan XRF, katanya menambahkan, sangat penting dalam proses pengiriman bijih nikel ke smelter. Sebelum material dikirim, perusahaan tambang harus memastikan kualitas dan kandungan mineral melalui proses pengujian laboratorium.

Ia mencontohkan, perangkat LAN Scientific Scopex 980CS mampu menganalisis berbagai parameter penting dalam sampel, seperti kadar nikel, besi (Fe), silikon (Si), magnesium (Mg), hingga rasio Si/Mg yang menjadi salah satu acuan dalam transaksi perdagangan bijih nikel.
Proses pengujiannya pun dinilai sederhana. Sampel dari lokasi tambang terlebih dahulu dipreparasi hingga berbentuk pressed pellet, kemudian dianalisis menggunakan perangkat XRF untuk memperoleh hasil komposisi unsur secara cepat dan akurat.
Ke depan, PT Prospera Energindo Perkasa berharap dapat menjadi mitra industri pertambangan dengan menyediakan solusi peralatan laboratorium yang memiliki harga kompetitif tanpa mengurangi kualitas hasil analisis.
Melalui kombinasi penyediaan perangkat XRF dan layanan pelatihan proteksi radiasi, perusahaan optimistis dapat mendukung peningkatan efisiensi serta kepatuhan operasional laboratorium pertambangan nikel di Indonesia. (Li Han)











































