Beranda Berita Nasional Kemenperin: Ekspansi Pertambangan Dorong Permintaan Alat Berat Nasional

Kemenperin: Ekspansi Pertambangan Dorong Permintaan Alat Berat Nasional

76
0
Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan (Foto: MNI/Tubagus)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Ekspansi industri pertambangan menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya permintaan mesin dan peralatan industri, khususnya alat berat, di tengah pertumbuhan industri permesinan nasional.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian, Solehan, mengatakan hal tersebut dalam sambutannya pada Indo Machinery Investment & Tradeshow 2026,  di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

“Pertumbuhan tersebut memang didorong oleh meningkatnya permintaan mesin dan peralatan industri, khususnya alat berat. Jadi, komponen-komponen alat berat ini yang men-support pertumbuhan ini ternyata. Kemudian ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang memang sekarang lagi banyak. Kemudian ekspansi industri pertambangan, pertambangan juga sedang tumbuh lagi. Kemudian aktivitas manufaktur nasional,” ujar Solehan.

Ia menjelaskan, industri permesinan dan alat mesin pertanian, khususnya industri mesin dan perlengkapan yang masuk KBLI 28, tercatat pertumbuhannya sebesar 13,98% secara tahunan (year-on-year/YOY) pada triwulan I-2026. Pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11% dan industri pengolahan non migas sebesar 5,15%.

Momentum pertumbuhan tersebut, katanya menekankan, perlu dimanfaatkan untuk memperdalam struktur industri nasional. Pemerintah mendorong agar peningkatan permintaan mesin dan peralatan tidak hanya dipenuhi melalui impor, tetapi juga menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, mengembangkan industri komponen, serta memperkuat keterhubungan antara industri hulu dan hilir.

“Tentu kalau kita lihat momentum pertumbuhan dan investasi tersebut perlu dimanfaatkan untuk melakukan pendalaman struktur industri. Kita perlu memastikan bahwa peningkatan permintaan mesin dan peralatan industri tidak hanya dipenuhi melalui impor tetapi juga menjadi peluang bagi penguatan kapasitas produksi nasional,” katanya.

Realisasi investasi industri permesinan dan alat mesin pertanian pada 2025 mencapai Rp39,72 triliun, meningkat dari Rp32,68 triliun pada 2024 atau tumbuh sekitar 21,54%. Meski masih didominasi penanaman modal asing (PMA), peningkatan tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek industri manufaktur mesin dan perlengkapan di Indonesia.

Ia juga mendorong investasi baru diarahkan pada teknologi menengah hingga tinggi agar tidak sekadar menambah kapasitas pada sektor yang sudah tersedia. Kerja sama dengan investor dan perusahaan berteknologi tinggi dinilai penting untuk mempercepat adopsi teknologi, memperkuat inovasi, serta membangun industri mesin nasional yang memiliki nilai tambah dan berorientasi ekspor.

“Misalnya sekarang investasi kita di sini, medium, low to medium. Maka, jangan di situ lagi investasi kita. Harusnya medium to high atau advanced technology. Itu untuk mempercepat adopsi teknologi yang ada,” pungkasnya. (Tubagus)