Beranda Berita Nasional Berkat Kendaraan Listrik, Komoditas Nikel Indonesia Tambah Populer

Berkat Kendaraan Listrik, Komoditas Nikel Indonesia Tambah Populer

Oleh Admin

 

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

NIKEL.CO.ID – Prospek komoditas nikel di Tanah Air diyakini masih cukup cerah, seiring perkembangan pengembangan kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) nasional.

Pasalnya, nikel merupakan salah satu bahan baku penting dalam baterai kendaraan listrik. Sementara baterai, memegang lebih dari 40 persen dari total alokasi biaya produksi produk tersebut.

Demikian dikatakan oleh Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Febriany Eddy dalam diskusi virtual Indonesia Knowledge Forum (IKF) belum lama ini.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Kenapa nikel menjadi perbincangan hangat? Karena nikel adalah logam yang bisa menyimpan energi dengan density paling tinggi. Secara spesifik, itu dibutuhkan untuk baterai mobil listrik,” katanya.

Dia melanjutkan, saat ini proporsi kebutuhan nikel dunia untuk segmen EV memang masih kecil. Namun seiring dengan tuntutan perubahan iklim, ia meyakini kebutuhan nikel dunia untuk segmen mobil listrik akan meningkat pesat.

Kini, kebutuhan nikel untuk segmen mobil listrik hanya sekitar 100.000 ton sampai 200.000 ton. Ke depan, kebutuhan nikel untuk segmen mobil listrik diproyeksi menyentuh angka 1,7 juta ton.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Jadi bisa dibayangkan berapa kali lipat kenaikannya. Bahkan pipeline proyek di dunia untuk nikel belum sanggup untuk memenuhi kebutuhan ini. Jadi, potensi permintaannya luar biasa,” kata Febriany.

Tentu, hal tersebut menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar dunia, tak terkecuali bagi INCO.

Saat ini, INCO sedang membangun dua pabrik baru yang terletak di Bahodopi dan Pomalaa. Menggandeng dua korporasi asal China, pabrik Bahodopi diperuntukkan memproduksi nikel untuk kebutuhan baja.

Sementara untuk Smelter Pomalaa, INCO menggandeng perusahaan asal Jepang. Febriany mengatakan, produk olahan nikel yang dihasilkan di smelter ini cocok digunakan sebagai komponen mobil listrik.

INCO juga tengah mempelajari studi-studi pengolahan nikel lainnya, seiring dengan melimpahnya cadangan nikel perseroan. Salah satunya adalah rencana memproduksi limonite di Sorowako, yang merupakan salah satu komponen utama pembuatan baterai listrik.

Sumber: kompas.com

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
  2. Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
  3. Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
  4. Rantai Pasok Nikel dan Industri Baterai Nasional Perlu Terintegrasi
  5. Krakatau Steel Mulai Merambah ke Hilirisasi Nikel
  6. Berkat Kendaraan Listrik, Komoditas Nikel Indonesia Tambah Populer sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →