Beranda Berita Nasional Freeport Indonesia Pastikan Tetap Garap Proyek Smelter di Gresik

Freeport Indonesia Pastikan Tetap Garap Proyek Smelter di Gresik

Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – PT Freeport Indonesia (PTFI) mengonfirmasi tetap mengerjakan proyek smelter tembaga di Gresik di tengah wacana pembangunan smelter tembaga baru di Weda Bay, Halmahera yang bekerja sama dengan Tsingshan Steel asal China.

Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia Riza Pratama menyampaikan, sampai saat ini pihaknya masih berkomitmen untuk membangun smelter tembaga di JIIPE, Gresik, Jawa Timur. “Komitmen PTFI masih sama,” ujar dia, Selasa (1/12/2020).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Dalam catatan Kontan, PTFI sedang melakukan evaluasi terhadap pembangunan smelter tersebut. Salah satunya adalah potensi pemangkasan kapasitas smelter dari 2 juta ton menjadi 1,7 juta ton konsentrat tembaga.

Sebagai ganti pemangkasan tersebut, PTFI akan meningkatkan kapasitas smelter eksisting di PT Smelting sebesar 300.000 ton. Alhasil, total tambahan kapasitas tetap 2 juta ton untuk menampung konsentrat tembaga PTFI supaya bisa dikelola di dalam negeri.

Sayangnya, Riza belum bisa bicara banyak terkait detail skema kerja sama pembangunan smelter tembaga antara PTFI dan Tsingshan. Termasuk hal-hal teknis seperti potensi kapasitas smelter tersebut dan kontribusi PTFI dalam memasok bahan baku produksi di sana.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi opsi peningkatan nilai tambah atau hilirisasi tembaga di dalam negeri. Pihak PTFI pun masih menunggu pembahasan dan keputusan resmi dari pemerintah. “Pilihannya akan diputuskan oleh pemerintah,” kata Riza.

Mengutip berita sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaulddin menyebut, kemitraan antara PTFI dan Tsingshan masih bersifat opsi dan belum ada keputusan resmi dari pemerintah. Ia bahkan mengaku belum ada laporan kesepakatan yang sampai kepadanya.

“Sepanjang saya tahu, belum pasti. Karena belum ada dokumen kesepakatan para pihak yang ditandatangani,” ungkapnya, hari ini.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Sementara itu, Mining Industry Indonesia atau MIND ID selaku pemegang saham mayoritas PTFI dan holding pertambangan BUMN masih enggan menanggapi kabar rencana pembangunan smelter kolaborasi antara PTFI dan Tsingshan. “Tidak ada (tanggapan),” ucap Senior Vice President Corporate Secretary MIND ID Rendi A. Witoelar secara singkat, Selasa (1/12).

Berdasarkan berita Asia Times, PTFI sedang membahas kerja sama dengan Tsingshan Steel untuk proyek smelter tembaga senilai US$ 1,8 miliar di kompleks pengolahan nikel di Weda Bay, Halmahera.

Ketika diwawancarai Asia Times, Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan berharap kesepakatan tersebut bisa ditandatangani sebelum Maret 2021 mendatang. Kedua belah pihak pun disebut tengah dalam pembahasan rinci.

Tsingshan dikabarkan setuju untuk menyelesaikan smelter tembaga tersebut dalam waktu 18 bulan. Dengan Tsingshan yang juga berencana menyelesaikan pabrik baterai lithium di Weda Bay pada 2023, maka pabrik peleburan tembaga baru akan menyediakan asam sulfat yang dibutuhkan untuk produksi feronikel kualitas rendah untuk pasar baja tahan karat dan juga untuk memulihkan kobalt dari baterai lithium bekas.

Tembaga PTFI juga akan menjadi sumber kabel dan suku cadang lainnya untuk industri mobil listrik. Kendaraan listrik baterai sendiri menggunakan tembaga sebanyak 83 kilogram, dibandingkan dengan 23 kilogram untuk mesin pembakaran internal.

Sumber: kontan.co.id

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
  2. Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
  3. Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
  4. Rantai Pasok Nikel dan Industri Baterai Nasional Perlu Terintegrasi
  5. Krakatau Steel Mulai Merambah ke Hilirisasi Nikel
  6. Freeport Indonesia Pastikan Tetap Garap Proyek Smelter di Gresik sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →