
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri nikel dinilai menjadi ruang positif untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengetahuan, serta memahami tantangan di sepanjang rantai pasok industri nikel, baik di tingkat nasional maupun global.
Director of External Relations CNGR Indonesia, Magdalena Veronika, menilai The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference menjadi wadah yang positif karena menghadirkan ekosistem industri nikel secara komprehensif, baik dari sisi pelaku langsung maupun tidak langsung.
Hal tersebut disampaikan Magdalena kepada nikel.co.id di sela konferensi yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Menurut dia, kekuatan forum tersebut terletak pada keberagaman peserta yang mewakili berbagai bagian dalam rantai pasok. Pertemuan antara produsen, pengolah, pembeli, dan pelaku pendukung memungkinkan setiap pihak memahami kondisi serta tantangan yang dihadapi sektor lainnya.
“Saya kira ini acaranya ekosistemnya sudah cukup baik. Jadi satu supply chain ini kan sebenarnya ada direct and indirect role. Saya lihat untuk acara ini cukup lengkap, direct indirect, kemudian region and also global, itu semua jadi satu,” ujar Magdalena.
Dia menjelaskan, industri nikel memiliki keterkaitan antarpelaku yang tidak dapat dipisahkan. Kegiatan produksi dan pengolahan, misalnya, perlu berjalan selaras dengan kebutuhan pelanggan, ketersediaan pasokan, serta dukungan berbagai sektor dalam rantai industri.
Oleh karena itu, komunikasi lintas sektor diperlukan agar pelaku usaha memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai perkembangan pasar dan kebutuhan masing-masing pihak.
Dalam konferensi tersebut, pembahasan juga mencakup ekspektasi pelanggan terhadap produk-produk turunan nikel Indonesia. Aspek ketersediaan pasokan dan pengaruh kebijakan di dalam negeri terhadap kegiatan industri turut menjadi perhatian.
Menurut Magdalena, masukan dari pelanggan dan pelaku pasar menjadi informasi penting bagi perusahaan untuk memahami kebutuhan pasar sekaligus melihat tantangan dalam menjaga kesinambungan pasokan.
Selain membahas kondisi pasar, forum tersebut juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman mengenai praktik bisnis, tantangan yang dihadapi, serta strategi mitigasi dalam menjalankan kegiatan usaha.
Magdalena menilai, pertukaran pengetahuan tersebut memberikan nilai tambah karena peserta dapat memperoleh perspektif dari berbagai pelaku industri, termasuk pengalaman dari tingkat regional dan global.
“Sharing seperti apa praktik yang dihadapi, tantangan yang dihadapi, kemudian sharing bagaimana mitigasi, saya rasa itu satu sharing knowledge yang sangat baik dan yang dihadirkan juga komprehensif,” katanya. Dia berharap forum yang mempertemukan berbagai mata rantai industri tersebut dapat terus dikembangkan. Dengan komunikasi dan pertukaran pengetahuan yang semakin luas, setiap pelaku usaha diharapkan dapat memahami kebutuhan satu sama lain dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem nikel Indonesia. (Lili Handayani)
Perkembangan cerita ini
Topik #Kolaborasi →
- Magdalena Veronika Apresiasi Forum Industri Nikel, Perkuat Kolaborasi Rantai Pasok sedang Anda baca
- PPM Tambang Harus Mampu Membangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat
- Kementerian Koperasi Siapkan Pilot Project Bersama Aspebindo untuk Pengembangan Sektor Energi
Agenda industri terdekat
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran SEMINAR APNI – HEATECH INDONESIA 20264 November 2026 · JIExpo Kemayoran, Hall A2, Conference Room 2
- 10Nov






























