Beranda Berita Nasional Pemerintah Akan Perkuat Hilirisasi Nikel Terintigrasi Untuk Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik

Pemerintah Akan Perkuat Hilirisasi Nikel Terintigrasi Untuk Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik

Direktur Hilirisasi Mineral dan Batu Bara (Minerba) di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rizwan Aryadi Ramdhan saat membuka The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (4/11/2026). (Foto: MNI/Lili Handayani)
Oleh Momon Tarmono

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mendorong pengembangan industri nikel Indonesia memasuki tahap pendalaman industri dengan memperluas investasi ke sektor baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS), material canggih, manufaktur, hingga daur ulang.

Director of Mineral and Coal Downstream Industry Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rizwan Aryadi Ramdan, mengatakan pengembangan hilirisasi nikel ke depan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan smelter dan fasilitas pemurnian. Pemerintah ingin memperkuat integrasi industri agar Indonesia mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Hal tersebut disampaikan Rizwan saat membuka The 5th Nickel Producers, Processors and Buyers Conference yang diselenggarakan Petromindo di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Rizwan, perkembangan industri pengolahan nikel dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong peningkatan investasi, perluasan kapasitas industri, serta terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun, perubahan pasar nikel global menuntut arah pengembangan industri yang lebih strategis.

“Tahap berikutnya dari perjalanan hilirisasi nikel Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kualitas investasi,” ujar Rizwan.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Dia menambahkan, kedalaman integrasi industri dan kemampuan menghasilkan nilai tambah secara berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menentukan arah investasi hilirisasi berikutnya.

Rizwan menjelaskan, Indonesia telah membangun industri pengolahan mineral melalui pengembangan smelter dan fasilitas pemurnian. Saat ini, prioritas pemerintah adalah memperluas rantai nilai menuju industri baterai kendaraan listrik, BESS, serta manufaktur bernilai tambah tinggi lainnya.

“Prioritas saat ini adalah memperluas pengembangan menuju baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi baterai atau BESS, serta manufaktur bernilai tambah tinggi lainnya,” katanya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. Rantai industri yang dibangun mencakup pertambangan nikel, pemurnian, produksi material baterai, sel baterai, kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, hingga daur ulang.

Menurut Rizwan, pembangunan fasilitas pengolahan bukan merupakan tujuan akhir hilirisasi. Pemerintah ingin membentuk ekosistem industri yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

“Pemerintah juga menyadari bahwa pembangunan fasilitas pengolahan bukanlah tujuan akhir dari industri hilir. Ambisi jangka panjang kita adalah mengembangkan ekosistem industri yang mampu bersaing secara internasional dan menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi,” jelasnya.

Untuk mendukung pendalaman industri tersebut, Rizwan menekankan pentingnya penguatan integrasi industri, pengembangan teknologi, peningkatan produktivitas, serta daya saing produk hilirisasi di pasar global.

Dia juga mengajak pelaku industri dan investor untuk memperluas investasi, tidak hanya pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia, kemampuan riset dan inovasi, serta pemasok domestik.

“Dalam seluruh kegiatan tersebut, kami mendorong perusahaan untuk tidak hanya berinvestasi pada fasilitas fisik, tetapi juga pada sumber daya manusia, kemampuan riset dan inovasi, serta pengembangan pemasok domestik,” ungkap Rizwan.

Dari sisi realisasi, investasi industri hilir Indonesia pada Januari–September 2026 mencapai lebih dari US$29 miliar atau tumbuh 11,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut berkontribusi 31,2% terhadap total investasi nasional yang mencapai sekitar US$96 miliar.

Sektor mineral, khususnya nikel dan bauksit, masih menjadi salah satu kontributor utama investasi hilirisasi. Sebanyak 78% investasi industri hilir tersebut direalisasikan di luar Pulau Jawa, sementara investasi asing langsung menyumbang hampir 75%.

Rizwan menilai, capaian tersebut menjadi landasan bagi pengembangan industri ke tahap berikutnya. Pemerintah ingin memastikan investasi hilirisasi tidak hanya memperbesar kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Ke depan, pengembangan industri nikel juga perlu memperhatikan kepastian pasokan bahan baku, efisiensi biaya produksi, penerapan teknologi, dan kepatuhan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Melalui pendalaman rantai nilai tersebut, pemerintah berharap industri nikel Indonesia semakin kompetitif secara komersial, maju secara teknologi, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (Lili Handayani)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. Pemerintah Akan Perkuat Hilirisasi Nikel Terintigrasi Untuk Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik sedang Anda baca
  2. Efisiensi Energi Smelter sebagai Langkah Awal Dekarbonisasi Industri Nikel
  3. Pemerintah Perlu Lindungi Smelter yang Sudah Beroperasi, Bukan Dorong Tambah Kapasitas Produksi
  4. APNI Soroti Kepastian Pasokan Bahan Baku Nikel Untuk Smelter
  5. Irwandy Arif: Kuota Bijih Nikel Harus Sesuai Kebutuhan Smelter
  6. Ceria Minta Pemerintah Jamin Pasokan Bijih Nikel Untuk Smelter

Agenda industri terdekat

Semua agenda →