
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengusulkan pembentukan mineral fund atau coal fund daerah sebagai upaya memastikan manfaat ekonomi pertambangan tetap dirasakan masyarakat setelah kegiatan tambang berakhir. Dana abadi tersebut diharapkan menjadi warisan ekonomi bagi generasi mendatang, khususnya masyarakat di wilayah lingkar tambang.
Usulan itu disampaikan Seno dalam paparan pada pembukaan Minerba Convex 2026 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di JIExpo, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Menurut Seno, daerah penghasil mineral dan batu bara membutuhkan mekanisme untuk mengelola manfaat ekonomi pertambangan dalam jangka panjang. Dengan demikian, pembangunan wilayah tidak terus bergantung pada aktivitas tambang yang memiliki masa operasi terbatas.
Ia menilai, salah satu persoalan yang perlu diantisipasi adalah kondisi desa-desa di sekitar tambang setelah perusahaan menghentikan kegiatan produksinya. Penutupan tambang semestinya tidak diikuti dengan hilangnya sumber penghidupan masyarakat maupun terhentinya aktivitas ekonomi setempat.
Seno menegaskan, manfaat pertambangan harus dapat menjadi modal bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perlu diarahkan pada investasi jangka panjang, bukan sekadar pemberian bantuan selama tambang masih beroperasi.
Dalam rekomendasinya pada Minerba Convex 2026, ia mengajukan pembentukan dana abadi daerah yang bersumber dari kerangka pengelolaan manfaat pertambangan mineral dan batu bara.
“Kemudian yang terakhir adalah mineral fund daerah. Mineral atau batubara fund daerah,” ujar Seno.
Ia menjelaskan, dana tersebut dapat menjadi instrumen untuk menjaga agar manfaat kegiatan pertambangan tidak berhenti ketika cadangan tambang habis atau perusahaan memasuki tahap penutupan tambang.
“Ini adalah kerangka regulasi dana abadi agar manfaat tambang bisa menjadi warisan ekonomi mendatang,” katanya.
Seno mencontohkan pengalaman di Kalimantan Timur mengenai perusahaan yang dinilainya telah memiliki perencanaan pascatambang dan menyediakan dana abadi untuk mendukung pengembangan masyarakat di sekitarnya.
“Mereka juga memberikan dana abadi untuk pengembangan masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bagi pemerintah pusat dalam merancang tata kelola manfaat pertambangan. Ia berharap Kementerian ESDM dapat mendorong perusahaan-perusahaan tambang agar memiliki komitmen terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat di wilayah operasionalnya.
Seno juga mengusulkan agar penguatan PPM dilakukan melalui penyusunan cetak biru yang memuat indikator pembangunan manusia, tingkat kemiskinan, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penguatan rantai pasok dan belanja daerah.
Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu dilibatkan dalam perencanaan program PPM agar pelaksanaannya sejalan dengan prioritas pembangunan wilayah. Selain itu, perusahaan diharapkan membuka ruang lebih besar bagi UMKM dan koperasi lokal untuk berkembang melalui keterlibatan dalam kegiatan ekonomi pertambangan.
Ia menekankan, penguatan ekonomi masyarakat harus diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap tambang primer. Masyarakat perlu memiliki sumber penghidupan alternatif yang dapat terus berkembang setelah kegiatan pertambangan selesai.
“Dari bergantung pada tambang primer, kita harus alihkan menjadi ekonomi sirkular dan warisan lintas generasi,” jelasnya. Seno berharap pembentukan mineral fund atau coal fund daerah dapat menjadi salah satu instrumen untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dengan tata kelola yang terukur, terarah, dan dapat diaudit, kekayaan sumber daya alam diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan selama masa produksi, tetapi juga meninggalkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setelah tambang ditutup. (Lili Handayani)
Perkembangan cerita ini
Topik #Minerba Convex 2026 →
- Minerba Convex 2026 Dorong Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang
- Wakil Gubernur Kaltim Usulkan Mineral Fund Daerah untuk Jaga Ekonomi Pascatambang sedang Anda baca
- Mahasiswa Antusias Ikuti MINERBA CONVEX 2026, Bidik Wawasan dan Relasi Industri
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta
























