Beranda Asosiasi Pertambangan Tri Winarno: Minerba Convex 2026 untuk Memahami Lebih Dekat Perjalanan Industri Mineral...

Tri Winarno: Minerba Convex 2026 untuk Memahami Lebih Dekat Perjalanan Industri Mineral Indonesia

Dirjen Minerba ESDM Tri Winarno Acara Konferensi Pers Minerba Convex 2026, Kantor Ditjen Gatrik ESDM, Jakarta, Kamis (29/10/2026), (Dok. MNI/Uyun)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA —Minerba Convex 2026 diselenggarakan untuk menjadi ajang untuk memperkuat dialog, pertukaran gagasan, dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan sektor pertambangan mineral dan batubara.

Kegiatan Minerba Convex 2026 diharapkan menjadi ruang bagi pemerintah, asosiasi, pelaku industri, dan masyarakat untuk membangun pemahaman bersama mengenai perkembangan subsektor mineral Indonesia serta kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sarana untuk memahami lebih dekat perjalanan industri mineral Indonesia.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang untuk dialog, menjadi ruang untuk belajar dan membangun pemahaman dan persepsi bersama mengenai subsektor mineral terhadap dunia,” kata Tri dalam konferensi pers Minerba Convex 2026, di Kantor Kementerian ESDM Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dirjen Minerba mengajak masyarakat untuk menghadiri dan mengikuti rangkaian kegiatan Minerba Convex 2026 yang diselenggarakan bersama asosiasi serta pemangku kepentingan di sektor mineral dan batubara.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi tempat bagi para pelaku industri untuk bertukar pengalaman sekaligus melihat perkembangan industri pertambangan Indonesia dan memahami bagaimana sumber daya alam dapat terus memberikan manfaat bagi pembangunan dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Minerba Convex 2026, Catur Gunadi, menekankan, pembangunan sektor pertambangan tidak semestinya hanya berorientasi pada peningkatan investasi dan penerimaan negara. Lebih dari itu, kegiatan pertambangan perlu mendorong transformasi dari aktivitas ekstraksi menuju industri bernilai tambah dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat industri nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka kesempatan kerja, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah pertambangan.

“Komitmen sektor pertambangan tidak semata-mata cara memproduksi investasi dan penerimaan negara semata. Kita berusaha untuk mentransformasikan kegiatan ekstraksi menuju industri bernilai tambah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dia juga berharap Minerba Convex 2026 dapat menghasilkan pertukaran gagasan yang bermanfaat, memperkuat jejaring antar-pelaku industri, membuka peluang kerja sama, dan mendorong solusi atas berbagai tantangan pertambangan nasional.

Catur menambahkan, pengelolaan sumber daya mineral dan batubara perlu berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan nasional. Pemanfaatan sumber daya tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong kesejahteraan masyarakat. Konferensi Pers

Minerba Convex 2026 dihadiri dari berbagai asosiasi; dari APNI diwakilkan oleh Sekretaris Jenderal APNI, Meidy Katrin Lengkey dan Dewan Penasihat Pertambangan APNI, Djoko Widajatno. Selain APNI, kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Sekretaris Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Totoh Abdul Fatah; Sony Yudhistira perwakilan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI); Ketua Umum Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), Rosalyn Wullandhary; dan Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA), Sari Esayanti. (Fi Yun)