Beranda Asosiasi Pertambangan Asosiasi IUJP Bumi Anoa Gandeng APNI Perkuat Pemberdayaan Pengusaha Lokal

Asosiasi IUJP Bumi Anoa Gandeng APNI Perkuat Pemberdayaan Pengusaha Lokal

Ketua Asosiasi IUJP Bumi Anoa, Rakhmatullah ketika bersilaturahmi ke Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Selasa (27/10/2026). (Foto: MNI/Uyun)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) menjajaki kolaborasi dengan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) untuk memperkuat pemberdayaan pengusaha lokal, khususnya dalam membangun akses kerja sama dengan para pemegang izin usaha pertambangan (IUP).

Ketua Umum Asosiasi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP), Konawe Utara Rakhmatullah, mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan membangun silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam kegiatan pertambangan di daerah.

“Selain bersilaturahmi, tujuan kami ke sini untuk membangun kolaborasi dan kerja sama dengan APNI agar ke depannya pemberdayaan pengusaha-pengusaha lokal di daerah bisa terbangun dengan para pemegang IUP yang ada di daerah kami,” kata Rakhmatullah kepada nikel.co.id, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, APNI memberikan sejumlah penjelasan mengenai peluang kolaborasi, termasuk melalui penyelenggaraan pelatihan bagi pelaku usaha di daerah.

“Sambutan dari APNI alhamdulillah baik. Mereka memberikan beberapa penjelasan terkait bagaimana metode-metode untuk bisa bekerja sama dengan para pemegang IUP. Salah satunya melalui training atau pelatihan terhadap pelaku-pelaku usaha yang ada di daerah,” ujarnya.

Pelatihan tersebut, katanya, menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar lebih siap menjalin kemitraan dengan perusahaan pemegang IUP.

Setelah pertemuan tersebut, ia berharap tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan membangun komunikasi yang berkelanjutan antara asosiasi, pemegang IUP, dan pengusaha lokal.

“Harapan kami, dengan adanya pertemuan ini, ke depannya bisa ditindaklanjuti agar terbangun komunikasi antara pemegang IUP dengan pelaku-pelaku usaha yang ada di daerah kami masing-masing,” pungkasnya.

Selain itu, dia berharap sinergi dengan APNI dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pengusaha lokal di wilayah pertambangan. Dengan demikian, pelaku usaha daerah diharapkan dapat mengambil bagian dalam kegiatan jasa pertambangan melalui peningkatan kapasitas dan komunikasi yang lebih baik dengan pemegang IUP.

Dijelaskan, Asosiasi IUJP telah terbentuk sekitar tiga tahun lalu. Melalui pertemuan dengan APNI, pihaknya juga berharap dapat memperoleh pemahaman mengenai mekanisme kerja sama yang dapat dilakukan antara pengusaha jasa pertambangan dan pemegang IUP. (Fi Yun)