Beranda Berita Nasional Dirjen Minerba Dukung Akademi Sang Mentor Beri Bekal Generasi Muda Untuk Memahami...

Dirjen Minerba Dukung Akademi Sang Mentor Beri Bekal Generasi Muda Untuk Memahami Industri Pertambangan

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Ing. Tri Winarno, S.T., M.T., dan Direktur Akademi Sang Mentor, Wisnu Salman saat memberi pembekalan. (Dok. Akademi Sang Mentor)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Ing. Tri Winarno, S.T., M.T., mendukung upaya kaderisasi generasi muda melalui program Akademi Sang Mentor. 

Program ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa dan lulusan baru agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di sektor pertambangan dan energi.

Dukungan tersebut disampaikan Tri Winarno saat memberikan pembekalan kepada peserta Akademi Sang Mentor Batch 3. Ia mengapresiasi inisiatif program yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk memahami industri pertambangan secara lebih luas, tidak hanya melalui pembelajaran di bangku kuliah.

Menurut Tri, sektor pertambangan memiliki cakupan yang kompleks. Industri ini tidak sekadar berkaitan dengan pengambilan sumber daya mineral dari dalam bumi, tetapi juga melibatkan ilmu kebumian, teknologi, keselamatan kerja, lingkungan, kebijakan publik, ekonomi, hubungan masyarakat, hingga geopolitik dan rantai pasok global.

“Dan saya menyambut baik inisiatif daripada Sang Mentor yang membuka ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami pertambangan secara lebih utuh dan lebih komprehensif,” ujar Tri saat memberi pembekalan, dikutip nikel.co.id Rabu (21/10/2026).

Ia menilai, pemahaman lintas bidang menjadi bekal penting bagi calon tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Dalam pembekalannya, Tri juga menyoroti besarnya potensi industri pertambangan Indonesia di pasar global. Menurut dia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam sejumlah komoditas mineral dan batu bara. Ia menyebutkan, Indonesia berkontribusi sekitar 65% terhadap produksi nikel dunia. 

Selain itu, Indonesia merupakan salah satu produsen timah terbesar di dunia dan menjadi eksportir batu bara termal yang memiliki peran penting dalam perdagangan global.

Sementara itu, komoditas tembaga juga memiliki arti strategis bagi Indonesia. Perubahan kondisi produksi dapat memengaruhi pasokan dan pergerakan harga di pasar internasional.

“Artinya, peran kita di industri pertambangan dunia itu cukup signifikan,” ungkapnya.

Tri menambahkan, sektor pertambangan dan penggalian juga memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Ia menyebutkan, kontribusi sektor tersebut terhadap produk domestik bruto (PDB) berada pada kisaran 9,5% hingga 11%.

Dari sisi penerimaan negara, sektor mineral dan batu bara turut menjadi sumber penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang penting.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri pertambangan memiliki prospek dan tanggung jawab besar. Karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta kesiapan untuk menjawab kebutuhan industri.

Selain menjelaskan potensi sektor pertambangan, Tri berpesan agar peserta Akademi Sang Mentor memiliki kemauan belajar yang kuat dan tidak membatasi diri berdasarkan latar belakang pendidikan.

Ia mencontohkan, seseorang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda tetap berpeluang membangun karier di industri tertentu selama bersedia mempelajari bidang yang digelutinya secara serius.

Menurut Tri, keberhasilan dalam dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kesesuaian jurusan pendidikan dengan pekerjaan, tetapi juga oleh kesungguhan, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi.

“Tidak ada di dunia ini yang tidak bisa dipelajari. Yang ada hanyalah, maaf kata, hanya kita kurang usaha atau tanda petik kalau misalnya kasarnya agak malas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan perbedaan latar belakang pendidikan sebagai alasan untuk tidak menguasai pekerjaan.

Apabila seseorang memasuki industri yang tidak sesuai dengan bidang pendidikannya, kata Tri, diperlukan usaha lebih besar untuk memahami karakteristik pekerjaan dan memenuhi kompetensi yang dibutuhkan.

Karena itu, ia mendorong para peserta untuk menjalani setiap kesempatan dengan kesungguhan dan tidak bekerja setengah-setengah.

“Semua harus full. Semua tidak boleh dilakukan dengan setengah-setengah,” pesannya.

Tri berharap para peserta mampu memanfaatkan kesempatan belajar melalui Akademi Sang Mentor untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Ia juga membuka kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai industri pertambangan dan pengembangan karier.

Akademi Sang Mentor Perkuat Kaderisasi

Direktur Akademi Sang Mentor, Wisnu Salman, menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada kaderisasi generasi muda agar siap menghadapi kondisi nyata di industri pertambangan.

Peserta Batch 3 yang mengikuti pembekalan terdiri atas mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru. Sebagian besar peserta berada di semester delapan, sementara tiga peserta di antaranya telah menyelesaikan pendidikan.

Akademi Sang Mentor didirikan oleh Wisnu Salman, yang juga mendirikan PT Geo Mining Berkah. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas bagi mahasiswa serta fresh graduate yang ingin mengembangkan karier di sektor pertambangan dan energi.

Melalui kegiatan mentoring, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami kebutuhan industri, menghadapi tantangan dunia kerja, serta membangun pola pikir profesional.

Program ini juga menjangkau berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Buton, Palopo, Papua, Kolaka, Sumbawa, hingga Aceh. Dalam pelaksanaannya, Akademi Sang Mentor turut membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi di sektor pertambangan.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan bekal keterampilan teknis kepada peserta agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri pertambangan.

Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan lulusan baru yang ingin mengembangkan kompetensi serta mempersiapkan karier di sektor pertambangan.

“Artinya, demi bertemu dengan kalian, sosok-sosok pemimpin masa depan Indonesia, beliau menyempatkan diri. Dan memang beliau sama semua orang seperti itu,” ujar Wisnu saat memberikan apresiasi atas kehadiran Tri Winarno.

Menurut Wisnu, sikap rendah hati yang ditunjukkan Dirjen Minerba tersebut menjadi teladan bagi para peserta yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

“Jadi adik-adik semua, ini pelajaran buat kalian bahwa kita itu belum apa-apa. Seorang dirjen saja masih seperti itu, yang humble sekali. Apalagi kita yang masih belajar,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan peserta agar selalu memiliki semangat untuk belajar dan mengembangkan diri.

“Jadi harus selalu merasa bodoh, harus selalu merasa lapar,” kata Wisnu.

Melalui Akademi Sang Mentor, kaderisasi generasi muda diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang siap memasuki industri pertambangan, tetapi juga calon profesional yang mampu beradaptasi, berintegritas, dan berkontribusi terhadap perkembangan sektor mineral dan batu bara nasional. 

Wisnu juga menginformasikan bahwa pendaftaran Akademi Sang Mentor Batch 4 akan kembali dibuka pada 1 Desember 2026.

“Kami menyediakan training software QGIS, Data Mine, dan Surpac dan ini gratis,” pungkas Wisnu Salman. (Lili Han)