
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Hilirisasi nikel menjadi salah satu kunci transformasi ekonomi Indonesia melalui peningkatan nilai tambah mineral, penguatan industri nasional, dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Investasi strategis di sektor pertambangan dinilai berperan penting dalam mendorong industrialisasi dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan investasi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional disebut telah mencapai sekitar 38–39%, meningkat dibandingkan kisaran 28–32% pada periode sebelumnya.

Dalam satu dekade terakhir, realisasi investasi di Indonesia tercatat mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Menurut Rosan, hilirisasi berperan penting dalam membangun rantai industri yang terintegrasi di dalam negeri sehingga nilai tambah dari pengolahan sumber daya alam dapat dinikmati lebih besar oleh perekonomian nasional.
“Hilirisasi merupakan mesin transformasi ekonomi Indonesia karena mampu membangun rantai industri yang utuh di dalam negeri,” kata Rosan dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID terus mengembangkan ekosistem mineral terintegrasi dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui pengembangan industri berbasis nikel untuk mendukung produksi material baterai dan pengembangan kendaraan listrik.

Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, mengatakan investasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset pertambangan, tetapi juga pada penguatan rantai nilai mineral dan penciptaan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.
“Investasi yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset, tetapi juga untuk membuka babak baru sektor pertambangan Indonesia melalui penguatan rantai nilai mineral,” ujar Dany.
Menurutnya, investasi hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperluas aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap penerimaan negara dan kesejahteraan masyarakat.
Selain mengembangkan industri berbasis nikel, MIND ID juga mendorong hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium di Kalimantan Barat serta pengolahan logam mulia di Gresik. Pengembangan berbagai proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat basis industri nasional dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.

Dia menegaskan, keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Investasi strategis di sektor mineral bukan hanya tentang membangun fasilitas baru. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperbesar penerimaan negara, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Atas upayanya dalam mendorong investasi strategis untuk mendukung hilirisasi dan industrialisasi sektor pertambangan, MIND ID meraih penghargaan Excellence in Strategic Mining Investment dalam ajang Investor Daily Summit 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya MIND ID dalam mengembangkan investasi mineral strategis. Penguatan hilirisasi nikel dan komoditas mineral lainnya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. (Shiddiq)



























