Beranda Berita Nasional Menteri Rosan Bahas Pendalaman Hilirisasi Nikel dan Baja Tahan Karat dengan Tsingshan

Menteri Rosan Bahas Pendalaman Hilirisasi Nikel dan Baja Tahan Karat dengan Tsingshan

Pertemuan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dengan Chairman Tsingshan Holding Group, Xiang Guangda (doc. Instagram @rosanroeslani)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia membahas peluang pendalaman hilirisasi nikel dan pengembangan industri baja tahan karat (stainless steel) bersama Tsingshan Holding Group. Pembahasan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas industri nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan hal tersebut melalui unggahan di akun Instagram resminya, @rosanroeslani, pada Minggu (25/10).

Dalam unggahannya, Rosan menyampaikan apresiasi kepada Chairman Tsingshan Holding Group, Xiang Guangda, atas sambutan dan diskusi konstruktif mengenai pengembangan industri nikel dan baja tahan karat di Indonesia.

“Kami membahas pengembangan industri nikel dan baja tahan karat (stainless steel) di Indonesia, dengan fokus pada pendalaman hilirisasi serta peluang pengembangan industri lanjutan,” tulis Rosan, dikutip Senin (26/10/2026).

Menurut dia, pengembangan industri lanjutan berpotensi memperkuat kapasitas industri nasional, terutama dengan memanfaatkan basis industri Tsingshan yang telah beroperasi di Indonesia.

Tsingshan memiliki basis industri di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Weda Bay, Maluku Utara. Keberadaan kawasan industri tersebut menjadi salah satu modal untuk mendorong pengembangan rantai industri nikel dan baja tahan karat ke tahap yang lebih lanjut.

Pengembangan tersebut, menurut Rosan dapat meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Upaya ini juga sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperdalam hilirisasi mineral, sehingga pengembangan industri tidak berhenti pada pengolahan bahan mentah menjadi produk antara.

Pendalaman hilirisasi nikel menjadi penting untuk memperluas nilai tambah di dalam negeri melalui pengembangan produk lanjutan. Dengan demikian, Indonesia berpeluang memperkuat peran dalam industri nikel dan baja tahan karat global. Meski demikian, unggahan tersebut belum merinci bentuk kerja sama lanjutan, nilai investasi, maupun target produksi yang akan dikembangkan Tsingshan. (Uyun)