NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Women in Mining & Energy (WiME) menggelar acara Kick Off STEM Girls for Eastern Indonesia Energy Transition Program dalam mendorong peningkatan partisipasi perempuan muda, khususnya dari Indonesia Timur, dalam industri mineral, pertambangan, dan energi melalui pendampingan profesional, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang kerja.
Perwakilan Women in Mining and Energy (WIME) Indonesia, Hikmawati, mengatakan, pemilihan peserta dari Indonesia Timur didasarkan pada keberadaan berbagai kegiatan pertambangan dan industri nikel di kawasan tersebut. Namun, kedekatan geografis dengan kawasan industri belum selalu diikuti pemahaman dan akses informasi yang memadai mengenai peluang karier di sektor itu.
“Anak-anak muda di Indonesia Timur yang sebagian besar berada di wilayah tempat industri pertambangan dan nikel beroperasi juga perlu mengetahui bagaimana industri ini dan memiliki kesempatan untuk berkarier di dalamnya,” kata Hikmawati kepada Media Nikel Indonesia (nikel.co.id), Kamis (8/10/2026).
Selain memperluas pemahaman mengenai industri, program ini secara khusus menyasar perempuan karena partisipasi mereka di sektor mineral dan energi masih menghadapi berbagai hambatan. Tantangan tersebut mencakup stereotip bahwa pekerjaan pertambangan lebih cocok untuk laki-laki hingga pilihan antara kehidupan keluarga dan pengembangan karier.
“Kenapa kita pilihnya adalah perempuan karena memang sampai saat ini prosentase perempuan di sektor mineral dan energi itu tidak sebanyak laki-laki ya. Awal-awal mungkin berpikirnya, oh ini pekerjaan hanya untuk laki-laki gitu ya. Tapi pada saat masuk juga balik lagi misalnya pilihan antara keluarga atau karir,”ujarnyaa.
Selain itu, menurutnya, lima tahun pertama menjadi periode penting bagi perempuan dalam membangun karier di industri pertambangan dan energi. Maka, untuk membantu peserta menghadapi tantangan tersebut, Kick Off STEM mengandalkan peran mentor sebagai role model. Melalui pendampingan, peserta dapat memperoleh gambaran nyata mengenai dinamika pekerjaan, hambatan yang mungkin muncul, serta strategi untuk mengembangkan karier.
“Golden time-nya itu di lima tahun pertama. Kalau itu bisa dihadapi, bisa berdiskusi dengan keluarga bahwa saya juga ingin berkarier di pertambangan dan energi. Makanya dipertemukan antara mentee dan mentor, sehingga mereka bisa berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi mentee dan apa yang sudah dilalui mentor. Kami bisa berbagi pengalaman dan strategi untuk menghadapi tantangan-tantangan itu,” jelasnya.
Keberadaan industri di Indonesia Timur diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, tidak hanya melalui kegiatan ekonomi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesempatan bagi tenaga kerja lokal.
“Anak-anak muda yang tinggal di sekitar industri di Indonesia Timur harus mendapatkan dampak dari keberadaan industri tersebut, baik dari sisi pekerjaan, ekonomi, dan sebagainya,” ujarnya.
Program ini mempertemukan mentor dan mentee selama enam bulan untuk berbagi pengalaman, membahas tantangan karier, dan membangun jaringan profesional. Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi mitra.
Program Kick Off STEM ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses perempuan muda Indonesia Timur terhadap industri mineral dan energi, sehingga mereka tidak hanya berada di sekitar kawasan industri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan berkembang di dalamnya. (Fi Yun)










































