


NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Central Omega Resources Tbk. mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang berlokasi di area pertambangan PT Mulia Pacific Resources di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng). Fasilitas ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik internal dalam kegiatan operasional perseroan.
Direktur Operasi PT Central Omega Resources, Andi Jaya, mengatakan, pemanfaatan PLTS menjadi tahap awal penggunaan energi terbarukan untuk mendukung kegiatan operasional perseroan sekaligus memenuhi kebutuhan listrik internal di lokasi pertambangan.
“Pengoperasian PLTS ini sejalan dengan komitmen PT Central Omega Resources untuk menghadirkan kegiatan operasional pertambangan yang lebih rendah emisi serta mendukung terbentuknya rantai pasok nikel yang bertanggung jawab. Dengan beroperasinya PLTS ini, perseroan diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 344 ribu kg per tahun,” ujar Andi dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Kamis (1/10/2026).

Ia menjelaskan, fasilitas tersebut menggunakan sistem hybrid off-grid dengan kapasitas 256 kWp dan dilengkapi battery energy storage system (BESS) berkapasitas 251 kWh. PLTS ini menjadi yang pertama digunakan untuk kegiatan pertambangan di Kabupaten Morowali Utara.
Pembangunannya dilakukan oleh PT Xurya Daya Indonesia (Xurya), yang bekerja sama dengan Central Omega Resources melalui skema penyediaan dan sewa-menyewa sistem atau infrastruktur PLTS.
Fasilitas tersebut kemudian diresmikan pada Selasa (29/9/2026) oleh Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi. Dalam sambutannya, Delis menyampaikan apresiasi terhadap pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mendukung keberlanjutan industri pemurnian nikel.

“PT Central Omega Resources Tbk. telah merealisasikan energi baru terbarukan untuk kepentingan keberlanjutan industri pemurnian nikel dan kami mengapresiasi terobosan itu,” kata Bupati dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan, Morowali Utara memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, salah satunya ditunjukkan oleh intensitas penyinaran matahari di wilayah tersebut.
“Morowali Utara memiliki potensi yang mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. Salah satu indikatornya adalah intensitas penyinaran matahari yang dinilai memenuhi kebutuhan pengembangan PLTS,” ujarnya.

Ke depan, Central Omega Resources menyatakan, akan terus mengevaluasi pemanfaatan energi terbarukan dengan mempertimbangkan aspek teknis, operasional, ekonomi, serta kebutuhan energi perseroan.
“Perseroan akan terus mengevaluasi pemanfaatan energi terbarukan dengan mempertimbangkan aspek teknis, operasional, ekonomi, dan kebutuhan energi perseroan,” pungkas Andi (Tubagus)








































