Beranda Asosiasi Pertambangan The 18 MGEI Annual Convention & Exhibition Satukan Eksplorasi, Teknologi, dan Operasional

The 18 MGEI Annual Convention & Exhibition Satukan Eksplorasi, Teknologi, dan Operasional

117
0
Wakil Sekretaris Jenderal MGEI, Rizki Arianto, dan Ketua Umum MGEI, Rosalyn Wullandhary (Foto: MNI/Shiddiq)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) mempertemukan pengetahuan geologi, teknologi, dan praktik operasional pertambangan melalui The 18 MGEI Annual Convention & Exhibition, di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta, 21-28 Nomber 2026.

Forum dengan tema “Critical Minerals: Strategic Resources for a Sustainable Future” ini dirancang sebagai ruang pertukaran pengetahuan, mulai dari penemuan sumber daya, eksplorasi, teknologi ekstraksi, hingga optimalisasi operasional pertambangan.

Ketua Umum MGEI, Rosalyn Wullandhary, kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), di Sekretariat MGEI, Lantai 18 Soho Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026), mengungkapkan, agenda tahunan MGEI ini tahun-tahun sebelumnya digelar di Surabaya dan Padang, tahun ini berlangsung di Jakarta. Pemilihan ibu kota diharapkan dapat memperluas akses peserta sekaligus menjangkau audiens yang lebih beragam.

Rosalyn menjelaskan, para peserta akan mendapatkan update dari para pembicara mengenai geologi ekonomi dari Indonesia dan mancanegara. Bahkan, ke depannya, ia berharap dapat semakin melibatkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Papua Nugini, Timor-Leste, Filipina, dan Malaysia. Kita persilakan mereka untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai eksplorasi, teknologi, resource modeling, geometalurgi, hingga perkembangan operasional perusahaan pertambangan. Keterlibatan negara-negara tersebut diharapkan membuka ruang pertukaran informasi mengenai perkembangan geologi, teknologi, serta potensi sumber daya mineral di kawasan.

“Jadi, kita ingin tahu update-update apa saja yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia,” ujarnya seraya meyakinkan bahwa forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengetahui perkembangan teknologi dan metode analisis terbaru yang dapat diterapkan dalam kegiatan geologi ekonomi.

Wakil Sekretaris Jenderal MGEI, Rizki Arianto, yang menemani Ketum MGEI, menambahkan, The 18 MGEI Annual Convention & Exhibition tidak hanya menjadi forum konferensi. Kegiatannya juga mencakup exhibition, convention, pre-workshop, post-workshop, dan field trip.

“Intinya, kita mau berbagi pengetahuan dan pengalaman, mulai dari discovery-nya, eksplorasi, kemudian setelah eksplorasi, teknologi ekstraksi, operasionalnya, jadi operational excellence-nya,” kata Rizki.

Ia menjelaskan, tiga aspek utama yang ingin dipertemukan dalam kegiatan tersebut adalah eksplorasi, teknologi, dan operasional. Ketiganya saling berkaitan untuk membangun pemahaman yang lebih utuh tentang industri pertambangan. Isu utama konvensi tahunan MGEI tahun 2026 adalah mineral kritis. Ketersediaan mineral menjadi semakin penting karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan rantai pasok berbagai sektor industri.

“Gangguan pasokan satu jenis mineral dapat mempengaruhi industri yang menggunakan mineral tersebut sebagai bahan baku. Karena itu, ketersediaan sumber daya perlu mendapat perhatian, termasuk dari sisi geologi. Yang menjaga siapa? Ya, kita semua. Salah satunya, kita sebagai geologi,” katanya.

Libatkan Mahasiswa melalui Kompetisi Poster

The 18 MGEI Annual Convention & Exhibition juga membuka ruang bagi mahasiswa melalui Student Research Poster Competition. Kompetisi ini ditujukan untuk mahasiswa program S1 yang memiliki hasil penelitian untuk dipresentasikan dalam bentuk poster.

“Ya, kami mengundang mahasiswa-mahasiswa S1 yang punya riset dan berkenan untuk berbagi risetnya tapi dalam bentuk poster,” ujarnya.

Antusiasme mahasiswa cukup tinggi. Berdasarkan data terakhir, panitia telah menerima sekitar 76 abstrak poster untuk diseleksi. Poster yang lolos seleksi akan dipamerkan di area exhibition. Peserta juga berkesempatan mempresentasikan penelitiannya di hadapan dewan juri.

Rosalyn menjelaskan, penelitian yang diikutsertakan harus sesuai dengan tema besar kegiatan, yaitu National Mineral Inventory and Critical Mineral Security. Proses penilaian melibatkan akademisi dan praktisi. Keterlibatan akademisi diperlukan agar penilaian tidak hanya melihat penyajian poster, tetapi juga substansi dan kualitas penelitian. MGEI juga membuka peluang bagi penelitian terbaik untuk dikembangkan menjadi artikel ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal.

Bagi MGEI, keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari upaya membangun kesinambungan pengetahuan di bidang geologi ekonomi. Forum ini tidak hanya menjadi tempat para profesional dan perusahaan berbagi pengalaman, tetapi juga membuka ruang bagi penelitian mahasiswa untuk berkembang menuju ranah akademik dan profesional. (Shiddiq/RDj.)