
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meraih peringkat kedua Anugerah Reksa Bandha 2026 untuk Kategori Pemohon Lelang Non-Eksekusi Wajib Kelompok 2. Anugerah Reksa Bandha merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
Penghargaan ini diberikan kepada Kementerian/Lembaga (K/L), instansi pemerintah, perbankan, balai lelang, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk apresiasi atas tata kelola aset negara dan layanan lelang yang profesional, transparan, serta akuntabel.
Penghargaan diserahkan dalam puncak peringatan Hari Kekayaan Negara ke-20 di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN), Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rakhmawati, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen kementeriannya dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan lelang.
“Penghargaan Anugerah Reksa Bandha 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian ESDM dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola Barang Milik Negara dan pelayanan lelang yang optimal,” ujar Rakhmawati seusai menerima penghargaan.
Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dalam memastikan pengelolaan aset negara berjalan tertib dan akuntabel. Penghargaan itu juga menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan standar tata kelola yang baik.
“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga amanah untuk terus menjadi role model dalam ekosistem pengelolaan kekayaan negara yang taat regulasi, efektif, dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Evita Manthovani, menegaskan Anugerah Reksa Bandha tidak sekadar menjadi penghargaan seremonial. Menurutnya, ajang tersebut merupakan bentuk penegasan pentingnya akuntabilitas fiskal dan ketertiban pengelolaan BMN.
“Para penerima penghargaan, sesungguhnya mereka sedang menyatakan komitmen publik bahwa standar profesionalisme dan integritas telah dicapai dan tetap harus terus dijaga,” kata Evita.
Ia menjelaskan, penerima penghargaan secara otomatis menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan lainnya dalam pengelolaan kekayaan negara. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi acuan awal atau baseline bagi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan lembaga pemeriksa untuk mengawasi konsistensi tata kelola BMN.
Pengawasan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari akurasi data, kepatuhan terhadap prosedur, optimalisasi pemanfaatan aset, hingga tindak lanjut atas rekomendasi pemeriksaan. Capaian peringkat kedua ini menjadi dorongan bagi Kementerian ESDM untuk terus memperkuat pengelolaan BMN dan pelayanan lelang yang transparan, akuntabel, serta profesional. Upaya tersebut juga sejalan dengan harapan Kementerian Keuangan untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam tata kelola kekayaan negara. (Shiddiq)
Perkembangan cerita ini
Topik #Kementerian ESDM →
- Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026 sedang Anda baca
- Catur Gunadi: Hilirisasi Minerba Harus Ikut Sejahterakan Masyarakat Lingkar Tambang
- Minerba Convex 2026 Dorong Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang
- Kementerian ESDM Selidiki Dugaan Tambang Ilegal Perusahaan Asing
- Bahlil: Energi Bersih Perkuat Daya Saing Industri Hilir Nikel
- Buah Manis Keberlanjutan, Antam Raih Empat Tamasya Awards 2023
Agenda industri terdekat
- 10Nov
- 11Nov
- 12NovKonferensi & Pameran SMM (11th) Annual Nickel Conference 2026 – Ni Cr Mn Stainless Steel Event12–13 November 2026 · OCEAN HOTEL SHANGHAI, CHINA

























