

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sepanjang Januari–September 2026 membukukan laba bersih Rp9,66 triliun, naik 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Dari perolehan laba tersebut, pendapatan segmen nikel perusahaan juga meningkat 52% menjadi Rp16,98 triliun.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto mengatakan, perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional dan strategi komersial.

“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan”, ujar Untung dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Rabu (28/10/2026).
Selain laba bersih, Antam mencatatkan laba usaha Rp12,05 triliun, meningkat 53% dibandingkan Rp7,89 triliun pada Januari–September 2025. EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) perusahaan juga naik 45% menjadi Rp13,48 triliun dari Rp9,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira menyampaikan, kinerja Antam hingga September 2026 mencerminkan peningkatan kualitas profitabilitas yang ditunjukkan oleh margin laba yang semakin baik, sekaligus penguatan posisi kas sebagai landasan fleksibilitas keuangan Perusahaan.
“Capaian tersebut didukung oleh pengelolaan modal kerja yang efektif, pengendalian biaya yang disiplin, serta penerapan manajemen risiko yang terukur, sehingga Antam dapat menjaga fundamental keuangan yang solid secara berkelanjutan”, ujar Arini.

Dari sisi penjualan, Antam membukukan pendapatan Rp88,48 triliun, naik 23% dibandingkan Rp72,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan domestik mencapai Rp83,86 triliun atau sekitar 95% dari total penjualan bersih perusahaan.
Pada segmen nikel yang mencakup bijih nikel dan feronikel, pendapatan Antam mencapai Rp16,98 triliun, meningkat dibanding Rp11,15 triliun pada Januari–September 2025. Segmen tersebut menyumbang 19% terhadap total penjualan perusahaan.

Produksi bijih nikel Antam selama Januari–September 2026 tercatat sebesar 12,16 juta wet metric ton (wmt), dengan penjualan mencapai 10,73 juta wmt.
Sementara itu, produksi feronikel mencapai 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi). Penjualan komoditas tersebut tercatat sebesar 13.971 TNi, meningkat 71% dibandingkan 8.182 TNi pada periode yang sama tahun sebelumnya. (Tubagus)

























