Penjualan Tembus Rp9,21 Triliun, Antam Peroleh Laba Bersih Rp630,37 Miliar Pada Q1 2021

NIKEL.CO.ID – PT Aneka Tambang Tbk (JK:ANTM) mencatatkan kinerja yang cemerlang pada kuartal pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan perseroan di laman Bursa Efek Indonesia, Antam berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp9,21 triliun. Capaian tersebut meroket dibandingkan dengan kinerja di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,20 triliun.

Penjualan produk emas di kuartal I tercatat sebesar Rp6,58 triliun atau 72% dari total penjualan, naik dari Rp3,97 triliun pada Q1 2020. Kemudian, penjualan feronikel juga tumbuh dari Rp965,95 miliar menjadi Rp1,22 triliun pada akhir Maret 2021. Di kuartal ini, Antam juga mencatatkan penjualan bijih nikel yang mencapai Rp950 miliar.

Seiring dengan naiknya penjualan, maka beban pokok penjualan Antam juga naik secara tahunan. Pada Q1 2020, beban pokok penjualan tercatat Rp4,64 triliun dan naik menjadi Rp7,58 triliun pada akhir kuartal I tahun ini. Kenaikan terbesar terjadi di pos biaya produksi yakni pembelian logam mulia yang tercatat sebesar Rp5,69 triliun.

“Pandemi COVID-19 telah menyebabkan ketidakpastian yang signifikan. Dampak menengah maupun jangka panjang dari pandemi ini terhadap operasi dan kinerja keuangan Grup sulit diperkirakan saat ini,” jelas manajemen Antam dalam laporan keuangannya.

Pada Q1 2020, Antam mencatatkan rugi bersih sebesar Rp281,83 miliar. Namun, di tengah pandemi COVID-19, kinerja Antam tumbuh di tahun ini. Pada akhir kuartal I 2021, Antam berhasil meningkatkan pendapatan dan menekan beberapa pos biaya sehingga dapat mencatatkan laba bersih sebesar Rp630,37 miliar.

Sebagai informasi, selama periode Januari-Maret 2021, harga saham Antam bergerak di kisaran Rp2.170 – Rp3.190 per saham dan kapitalisasi pasar pada akhir Maret mencapai Rp54,07 triliun.

Sumber: investing,com

Read More

Ifishdeco (IFSH) Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun

Direktur Ifishdeco Muhammad Ishaq mengatakan bahwa perseroan menargetkan volume penjualan nikel pada 2021 sebesar 2 juta ton, melonjak 155,83 persen.

NIKEL.CO.ID – Emiten pertambangan mineral, PT Ifishdeco Tbk., memasang target agresif pada 2021 setelah membukukan kinerja loyo pada 2020. Direktur Ifishdeco Muhammad Ishaq mengatakan bahwa perseroan menargetkan volume penjualan nikel pada 2021 sebesar 2 juta ton.

Angka tersebut jauh lebih tinggi 155,83 persen dibandingkan dengan perolehan 2020 yang hanya sebesar 781.767 ton.

Adapun, perolehan penjualan 2020 itu anjlok 65 persen dari perolehan 2019 sebesar 2,26 juta ton.

Sejalan dengan target penjualan itu, maka pendapatan 2021 emiten berkode saham IFSH itu diproyeksi dapat mencapai Rp1,01 triliun. Lagi-lagi, pendapatan itu juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja pendapatan (unaudited) pada 2020 yang hanya sebesar Rp395,01 miliar.

Kinerja pendapatan (unaudited) 2020 itu, menyusut 63,5 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp1,08 triliun.

IFSH mengaku siap untuk mengejar target itu dan telah mempertimbangkan beberapa hal dalam mengajukan target itu dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) Tahunan 2021.

“Sekarang penjualan 3 bulan sudah mencapai 100.000 ton. Kami yakin dengan menjaga kualitas dan pengiriman, kami berharap sepanjang tahun nanti bisa capai 2 juta ton,” ujar Ishaq saat paparan publik insidentil, Kamis (25/3/2021).

Adapun, Ishaq menjelaskan bahwa penurunan kinerja perseroan pada 2020 seiring dengan banyaknya katalis negatif yang menekan kinerja pada tahun lalu.

Pandemi Covid-19 dan penghentian ekspor bijih nikel oleh Pemerintah Indonesia pada tahun lalu menjadi salah dua faktor yang paling menekan kinerja perseroan.

Dia pun optimistis smelter domestik dapat menyerap penjualan bijih nikel dari perseroan lebih banyak pada tahun ini, sehingga dapat membantu perseroan memulihkan kinerja. Pasalnya, pada 2019 mayoritas penjualan perseroan masih pasar ekspor.

Untuk mengejar target tersebut, IFSH telah merevitalisasi sejumlah fasilitas dan infrastruktur, salah satunya fasilitas jetty pada awal tahun ini.

Jika sebelumnya jetty perseroan hanya dapat menampung kapal tongkang kecil, dengan revitalisasi itu kapasitas jetty menjadi lebih besar sehingga dapat menerima kapal tongkang yang juga jauh lebih besar. Dengan demikian, jumlah pengiriman juga berpotensi menjadi lebih besar.

Selain itu, IFSH juga berencana untuk melakukan akuisisi lahan tambang baru, sehingga dapat memperbesar cadangan nikel perseroan. Namun, perseroan belum menjelaskan secara detail atas rencana ekspansi tersebut.

“Untuk akuisisi lahan tambang, kami masih mencari dan tidak ada negosiasi yang final sampai saat ini. Jadi kami belum bisa mengungkapkan itu tapi nanti kalau jadi aksi korporasi pasti akan kami publikasikan,” papar Ishaq.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Emiten Nikel Ifishdeco (IFSH) Targetkan Pendapatan Tembus Rp1 Triliun

Read More

Laba Bersih Antam Melonjak 492% Menjadi Rp 1,14 Triliun

NIKEL.CO.ID – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan lonjakan laba besih pada akhir tahun 2020 sebesar 492% menjadi Rp 1,14 triliun, dibandingkan perolehan pada akhir tahun 2019 Rp 193,85 miliar.

Dalam paparan kinerja keuangannya, Senin (15/3), penjualan perseroan justru turun 16,33% menjadi Rp 27,37 triliun hingga akhir 2020, dibandingkan periode sama tahun 2019 senilai Rp 32,71 triliun.

Peningkatan laba bersih tersebut didukung penurunan beban pokok penjualan juga menjadi Rp 22,89 triliun atau turun 19,01% dari sebelumnya Rp 28,27 triliun. Alhasil laba kotor perseroan sebesar Rp 4,47 triliun atau naik 0,64% dari semula Rp 4,44 triliun.

Jumlah beban usaha perseroan sepanjang tahun 2020 juga turun 30,01% menjadi Rp 2,44 triliun, dibandingkan periode 31 Desember 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 3,49 triliun. Raihan ini diperoleh dari beban umum dan administrasi sebesar Rp 1,91 triliun serta beban penjualan dan pemasar sejumlah Rp 533,06 miliar pada akhir tahun 2020.

Lebih lanjut, laba usaha perseroan sebesar Rp 2,03 triliun atau naik 112% dari akhir tahun 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 955,61 miliar. Sementara laba sebelum pajak penghasilan dicatatkan sebesar Rp 1,64 triliun atau naik 138% dari sebelumnya Rp 687,03 miliar Sedangkan total aset perseroan hingga 31 Desember 2020 mencapai Rp 31,72 triliun, naik 5,08% dari 31 Desember 2019 yakni Rp 30,19 triliun.

Sedangkan liabilitas sebesar Rp 12,69 triliun, naik 5,21% dari semula Rp 12,06 triliun dan total ekuitas naik 4,99% menjadi Rp 19,03 triliun dari sebelumnya Rp 18,13 triliun.

Di sisi lain, perseroan memproyeksikan kinerja produksi maupun komoditas tumbuh positif pada 2021. Untuk jenis produk feronikel, pihaknya menargetkan volume produksi dan penjualan mencapai 26,000 ton nikel (TNi). Jumlah ini relatif stabil apabila dibandingkan dengan capaian produksi dan penjualan pada tahun 2020 lalu yakni masing-masing sebesar 25,970 TNi dan 26,163 TNi.

“Target produksi tersebut sejalan dengan optimalisasi yang perseroan lakukan pada produksi Feronikel Pomalaa di pabrik yang berlokasi di Sulawesi Tenggara,” jelas Sekretaris perusahaan Aneka Tambang Kunto Hendrapawoko dalam keterangan resmi.

Untuk komoditas bijih nikel, Aneka Tambang menargetkan total produksi mencapai 8,44 juta wet metric ton (WMT). Peningkatan ini nantinya akan digunakan oleh perseroan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan juga mendukung penjualan kepada pelanggan domestik.

Adapun, pihaknya menargetkan komoditas bijih nikel pada tahun ini dapat terjual sebanyak 6,71 wmt, atau naik 104% dibandingkan penjualan di tahun 2020 yaitu 3,30 juta wmt (unaudited). Membaiknya outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel dalam negeri menjadi sebab perseroan meningkatkan target penjualannya.

Kemudian, pada komoditas ketiga yakni emas, Aneka Tambang memproyeksikan produksi mencapai 1,37 ton emas yang akan dikontribusi dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung yaitu 18 ton. Untuk memuluskan rencana itu, perseroan berfokus pada pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri.

“Target tersebut meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi pada emas dan pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik yang terus naik.” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul “Laba Bersih Antam Melonjak 492% Menjadi Rp 1,14 Triliun

Read More