
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Teknologi penyaringan cairan yang dapat bekerja secara berkelanjutan berpotensi mendukung efisiensi penggunaan air dalam industri pertambangan. Sistem automatic self-cleaning strainer dari Eaton Filtration memungkinkan proses penyaringan terus berjalan tanpa perlu menghentikan operasi untuk membersihkan saringan secara manual.
Direktur PT Flow Force Indonesia, Soundararajan Umapathi, menjelaskan sistem tersebut membersihkan saringan secara otomatis ketika kotoran menumpuk. Mekanisme ini memungkinkan proses penyaringan tetap berlangsung tanpa perlu menghentikan aliran untuk melakukan pembersihan manual.
“Sistem automatic strainer ini dirancang untuk proses yang berjalan secara berkelanjutan. Proses tidak perlu dihentikan untuk membuka dan membersihkan saringan. Ketika kotoran menumpuk pada saringan, sistem akan membersihkannya secara otomatis sehingga proses penyaringan dapat terus berjalan,” ujar Umapathi kepada media nikel indonesia (www.nikel.co.id) di Allpack 2026, Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dalam industri pertambangan, teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyaring berbagai jenis cairan, termasuk air proses (process water), air pendingin (cooling water), dan air yang digunakan untuk melindungi peralatan. Air yang masih memenuhi kebutuhan proses juga berpotensi digunakan kembali setelah melalui penyaringan, bergantung pada karakteristik cairan dan kebutuhan operasional.
“Teknologi automatic self-cleaning strainer dari Eaton ini dapat digunakan untuk menyaring cairan dalam industri pertambangan, seperti air proses, air pendingin, serta air yang digunakan untuk melindungi peralatan. Air yang masih dapat dimanfaatkan juga bisa disaring agar kotorannya terpisah sehingga berpotensi digunakan kembali,” jelas Umapathi.

Umapathi menjelaskan, pembuangan air dari proses industri dapat menimbulkan biaya bagi perusahaan. Karena itu, teknologi filtrasi dapat menjadi salah satu upaya untuk memisahkan kotoran dari air dan mendukung pemanfaatan kembali air yang masih sesuai dengan kebutuhan operasional.
Meski demikian, sistem filtrasi ini memiliki keterbatasan dalam menangani cairan dengan kandungan padatan tertentu. Umapathi menyebut konsentrasi padatan sekitar 200 ppm masih dapat ditangani, sedangkan cairan dengan karakteristik seperti slurry tidak cocok untuk sistem tersebut.

Selain menyediakan teknologi filtrasi, PT Flow Force Indonesia bergerak di bidang bulk material handling dan powder processing, yang mencakup penanganan material curah serta pengolahan material berbentuk bubuk melalui proses penggilingan dan pencampuran.
Perusahaan memiliki fasilitas pabrik di Cikarang, Bekasi, untuk kegiatan fabrikasi, perakitan, dan pengujian sejumlah produk. Flow Force Indonesia juga menyediakan layanan purnajual melalui tim teknik dan servis lokal yang menangani perbaikan menyeluruh (overhaul), pemeliharaan, serta penggantian suku cadang sesuai kebutuhan pelanggan.
“Tim kami memiliki basis di Indonesia, termasuk tim teknik dan servis yang dapat datang langsung ke pelanggan untuk melakukan overhaul, pemeliharaan, maupun penggantian suku cadang,” pungkas Umapathi. (Tubagus)


























