
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Investasi hilirisasi nikel di Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai investasi dan ekspor, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan pelaku usaha lokal, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Tenaga Ahli Utama Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luthfi Ridho, mengatakan, salah satu bentuk kontribusi industri terhadap perekonomian lokal adalah keterlibatan pelaku usaha setempat dalam mendukung operasional smelter, termasuk penyediaan jasa katering dan kebutuhan lainnya.
“Sepanjang yang saya tahu, itu dalam melibatkan pemain lokal,” kata Luthfi kepada nikel.co.id, Rabu (21/10/2026).
Selain melibatkan pelaku usaha, menurutnya, industri hilirisasi nikel juga disebut membuka peluang bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan.
“Seperti salah satunya itu misalnya kalau kayak katering gitu-gitu loh, katering di smelter, terus tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyinggung upaya pengembangan SDM melalui pembangunan sekolah yang ditujukan untuk menyiapkan talenta lokal agar dapat memenuhi kebutuhan industri.
“Termasuk ada juga pembuatan sekolah untuk talent-talent lokal,” pungkasnya.
Pelibatan usaha lokal dan pengembangan tenaga kerja menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong manfaat investasi hilirisasi nikel bagi daerah. Dengan keterlibatan tersebut, aktivitas industri ia mengharapkan dapat terciptanya peluang usaha sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kerja di sekitar kawasan industri. Dampak ekonomi hilirisasi nikel tidak hanya perlu dilihat dari peningkatan nilai investasi dan ekspor, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan industri mampu memperluas kesempatan kerja, memperkuat usaha lokal, dan meningkatkan kompetensi SDM untuk mendukung daya saing industri nikel nasional. (Fi Yun)


























