Beranda Asosiasi Pertambangan INPI 19 Oktober 2026: Harga Bijih Stabil, NPI, HGNM, dan MHP Serentak...

INPI 19 Oktober 2026: Harga Bijih Stabil, NPI, HGNM, dan MHP Serentak Turun

Harga INPI 19 Oktober 2026. (Dok.APNI)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Harga nikel Indonesia pada 19 Oktober 2026 menunjukkan pergerakan berbeda antara komoditas bijih dan produk hilir. Harga bijih nikel kadar 1,2% dan 1,6% CIF bertahan stabil dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, harga nickel pig iron (NPI), high-grade nickel matte (HGNM), dan mixed hydroxide precipitate (MHP) kompak mengalami penurunan.

Berdasarkan data Indonesia Nickel Price Index (INPI) yang dirilis Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bersama Shanghai Metals Market (SMM), Senin (19/10/2026), harga rata-rata bijih nikel kadar 1,2% CIF tercatat sebesar US$25,5 per metrik ton (mt). Angka tersebut tidak berubah dibandingkan rilis 12 Oktober 2026.

Kondisi serupa terjadi pada bijih nikel kadar 1,6% CIF. Harga rata-ratanya tetap berada di level US$57,1/mt, meskipun masih lebih rendah dibandingkan posisi pekan sebelumnya sebesar US$59/mt.

Berbeda dengan bijih nikel yang cenderung stabil, ketiga produk hilir mengalami koreksi. Harga NPI FOB turun US$2,44/mt menjadi US$131,71/mt. Sementara itu, HGNM FOB melemah US$419/mt menjadi US$14.198/mt dan MHP FOB turun US$380/mt menjadi US$12.854/mt.

Tabel Perbandingan Harga INPI 12–19 Oktober 2026

ProdukHarga 12 Oktober 2026 (US$/mt)Harga 19 Oktober 2026 (US$/mt)Perubahan (US$/mt)
Bijih Nikel 1,2% CIF25,525,50
Bijih Nikel 1,6% CIF59,057,1-1,9
NPI FOB134,15131,71-2,44
HGNM FOB14.61714.198-419
MHP FOB13.23412.854-380

Sumber: APNI–SMM, INPI 12 dan 19 Oktober 2026.

Harga Bijih Nikel 1,2% Bertahan, Kadar 1,6% Melemah

Pada rilis 19 Oktober 2026, harga rata-rata bijih nikel kadar 1,2% CIF tidak mengalami perubahan dan bertahan di US$25,5/mt. Rentang harganya berada pada US$23–28/mt.

Sementara itu, bijih nikel kadar 1,6% CIF mengalami penurunan. Harga rata-ratanya turun dari US$59/mt pada 12 Oktober menjadi US$57,1/mt pada 19 Oktober, atau terkoreksi US$1,9/mt.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas harga belum terjadi secara merata pada seluruh kategori bijih nikel. Bijih kadar 1,2% masih bertahan, sedangkan kadar 1,6% mengalami penyesuaian harga.

Harga NPI Turun Menjadi US$131,71 per Ton

Harga nickel pig iron (NPI) FOB mengalami penurunan pada rilis terbaru. Harga rata-rata produk tersebut tercatat sebesar US$131,71/mt, turun US$2,44/mt dibandingkan posisi 12 Oktober 2026 sebesar US$134,15/mt.

Rentang harga NPI pada 19 Oktober tercatat sebesar US$131,71/mt. Penurunan ini menunjukkan bahwa pergerakan negatif tidak hanya terjadi pada bijih nikel berkadar lebih tinggi, tetapi juga pada produk olahan nikel.

Koreksi NPI berlangsung bersamaan dengan penurunan harga dua produk hilir lainnya, yakni HGNM dan MHP.

HGNM Turun US$419 per Ton

Harga high-grade nickel matte (HGNM) FOB mencatat penurunan terbesar secara nominal di antara tiga produk hilir yang tercantum dalam INPI.

Pada 19 Oktober 2026, harga rata-rata HGNM berada di US$14.198/mt, turun US$419/mt dibandingkan rilis 12 Oktober yang mencapai US$14.617/mt.

Dengan perkembangan tersebut, harga HGNM kembali menjauh dari level US$14.600/mt. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi paling menonjol dalam pergerakan harga produk nikel pada pekan ketiga Oktober.

Harga MHP Terkoreksi Menjadi US$12.854 per Ton

Tekanan harga juga terjadi pada mixed hydroxide precipitate (MHP) FOB. Harga rata-rata MHP pada 19 Oktober 2026 tercatat sebesar US$12.854/mt, turun US$380/mt dibandingkan posisi pekan sebelumnya sebesar US$13.234/mt.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa MHP masih menghadapi tekanan harga di tengah pergerakan pasar nikel. Bersama HGNM dan NPI, produk ini mencatatkan koreksi pada rilis INPI terbaru.

Secara keseluruhan, data INPI 19 Oktober 2026 memperlihatkan stabilitas terbatas pada harga bijih nikel kadar 1,2%, sementara bijih kadar 1,6% dan ketiga produk hilir mengalami penurunan. 

Pergerakan ini menunjukkan bahwa perubahan harga pada rantai industri nikel Indonesia masih berlangsung tidak merata, dengan koreksi paling besar secara nominal terjadi pada HGNM. (Lili Han)