Beranda Berita Nasional Menko Bahlil Masih Mengkaji Moratorium Smelter Nikel

Menko Bahlil Masih Mengkaji Moratorium Smelter Nikel

Dok. MNI/Shiddiq, foto: Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (16/10/2026)
Oleh Admin

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penerapan kebijakan moratorium smelter nikel, terutama terhadap smelter yang masih menghasilkan produk antara dan belum mengolah nikel hingga tahap hilir lebih lanjut.

Bahlil menjelaskan, pemerintah ingin mendorong hilirisasi nikel agar tidak berhenti pada produk antara, tetapi berlanjut hingga menghasilkan produk turunan dengan nilai tambah lebih tinggi di dalam negeri.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Yang benar itu adalah, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membuat satu kebijakan. Sekarang kan hilirisasi itu yang kita inginkan adalah ending-nya enggak ditambah 100 persen di sini,” kata Menteri Bahlil kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, saat ini masih terdapat smelter nikel yang menghasilkan produk antara dengan tingkat pengolahan sekitar 50-60%. Pemerintah akan mengkaji kemungkinan penerapan kebijakan terhadap industri dengan tingkat pengolahan tersebut, terutama jika kondisi kelebihan pasokan nikel terus terjadi.

“Tapi di industri sekarang smelter, masih ada produk sasaran antara 60 persen, 50 persen. Nah, yang menghasilkan produk yang turunannya baru 50-60 persen ini, ini mungkin, nanti kajian dulu ya, kalau memang kita ini sudah terjadi oversupply di nikel,” ujarnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Bahlil menyebutkan, pasar nikel mengalami kelebihan pasokan (oversupply) sekitar 2,5 juta ton berdasarkan perbandingan antara konsumsi dunia dan produksi.

“Terjadi oversupply 2,5 juta. Antara konsumsi dunia dengan produksi,” kata dia.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah akan mendorong pengembangan industri hilir agar pengolahan dan pemanfaatan produk turunan nikel semakin banyak dilakukan di dalam negeri.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Nah ke depan kita akan dorong adalah industri-industri hilirnya. Supaya bahan bagus yang terjadi ini, tidak semuanya dibawa ke luar negeri. Itu yang dimaksudkan,” tuturnya.

Meski demikian, Bahlil belum mengumumkan keputusan mengenai penerapan moratorium smelter nikel. Kebijakan tersebut masih dalam tahap pertimbangan dan memerlukan kajian lebih lanjut. (Shiddiq)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Menko Hilirisasi →

  1. Bahlil Sebut Koordinasi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Hampir Pasti di Bawah Kemenko Investasi
  2. Menko Bahlil Masih Mengkaji Moratorium Smelter Nikel sedang Anda baca
  3. Bahlil Koordinasikan Hilirisasi dan Ketahanan Energi
  4. Bahlil: Energi Bersih Perkuat Daya Saing Industri Hilir Nikel
  5. Ateng Sutisna: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Penurunan Emisi

Agenda industri terdekat

Semua agenda →