Beranda Berita Nasional Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil, Indonesia Percepat Transisi Energi Hijau

Kurangi Ketergantungan Bahan Bakar Fosil, Indonesia Percepat Transisi Energi Hijau

67
0
Utusan Khusus Presiden RI untuk Perubahan Iklim, Hasyim Joyohadikusumo (Foto: Dok. ISF 2026)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mempercepat transisi menuju energi hijau dengan mengembangkan kapasitas energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Perubahan Iklim, Hasyim Joyohadikusumo, mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hingga tenaga air.

“Indonesia diberkati dengan geotermal. Indonesia diberkati dengan cahaya matahari. Kami diberkati dengan sumber air,” kata Hasyim dalam acara Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2026 di Kempinski, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Dia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan program pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt (GW). Selain energi surya, pemerintah juga mendorong pemanfaatan panas bumi dan tenaga air sebagai bagian dari strategi energi nasional.

Pengembangan energi terbarukan tersebut, ia melanjutkan, diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil. Namun, transisi energi tetap harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan industri terhadap pasokan listrik.

“Indonesia tidak ingin melakukan penyakit ekonomi dengan menutup industri bahan bakar kita,” ujarnya.

Adik Presiden Prabowo itu menegaskan, pemerintah tetap memiliki kewajiban memastikan masyarakat memperoleh akses energi yang memadai. Listrik dibutuhkan untuk rumah tangga, fasilitas kesehatan, hingga kegiatan ekonomi. Selain energi surya, panas bumi, dan hidro, pemerintah juga mendorong pengembangan biofuel.

Ketergantungan terhadap sumber energi eksternal dapat membuat perekonomian rentan terhadap gejolak geopolitik global.

“Pemerintah kita meneruskan program biofuel kita,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan energi nuklir sebagai salah satu bagian dari strategi energi nasional. Kapasitas sekitar 7 GW masuk dalam rencana pengembangan energi tersebut.

Keseluruhan program itu menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun sistem energi yang lebih beragam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. (Shiddiq)