Beranda Ekonomi Sabar Menunggu Elon Musk, Luhut: Dia masih Sibuk dengan Twitter

Sabar Menunggu Elon Musk, Luhut: Dia masih Sibuk dengan Twitter

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo di acara Investor Daily Summit 2022. Foto: Antara
Oleh Admin

NIKEL.CO.ID, 12 Oktober 2022-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan masih sabar menunggu CEO Tesla Inc., Elon Musk untuk merealisasikan kerja sama pembangunan electric vehicle dan baterai di Indonesia.

 “Soal Tesla, kita tunggu saja. Dia (Elon Musk) masih sibuk dengan (bisnis) Twitternya,” kata Menteri Luhut kepada wartawan di sela acara Investor Daily Summit di JCC, Rabu (12/10/2022).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Menurutnya, Pemerintah Indonesia masih membuka pintu Elon Musk untuk menindak lanjuti rencana kerja sama investasi, teknologi, dan inovasi di Indonesia. Rencananya, Bos Tesla tersebut akan membangun pabrik electric vehicle (EV) yang dilengkapi fasilitas produksi baterai listrik.

Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu membangun pabrik EV di kompleks industri di Batang, Jawa Tengah.

Menteri Luhut enggan mengomentari lebih jauh kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Tesla Inc. belum juga direalisasikan.  Meskipun Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengisyaratkan Tesla akan membangun proyek pabrik EV di 2022.   

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Di tengah menanti Elon Musk, ternyata Bos Tesla itu malah menandatangani kesepakatan jangka panjang dengan dua pemasok bahan baku baterai asal China, Zhejiang Huayou Cobalt Co. dan CNGR Advance Material Co, medio Agustus 2022. Zhejiang dan CNGR juga berdiri di Indonesia. Sehingga bahan baku yang digunakan untuk pembuatan baterai lhitium ini berasal dari Morowali, Sulawesi Tengah.

Dalam kesepakatan tersebut, Zhejiang dan CNGR akan memasok bahan prekursor terner, yang merupakan bahan kimia utama untuk menyimpan energi dalam baterai lithium ion.  (Syarif)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Electric Vehicle →

  1. Bamsoet: Hilirisasi Nikel Jangan Berhenti di Produk-Antara, harus Berlanjut hingga Industri EV
  2. Transisi Energi dan Kendaraan Listrik Buka Peluang Green Jobs di Indonesia
  3. JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Trekker T9 EV dan Urban Mover N90 EV di Mining Indonesia 2026
  4. Insentif Kendaraan Listrik Berbasis NMC Dinilai Perkuat Hilirisasi Nasional
  5. Hilirisasi Nikel Perlu Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi Baterai Global
  6. <strong>Sabar Menunggu Elon Musk, Luhut: Dia masih Sibuk dengan Twitter</strong> sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →