Beranda Berita Nasional Selain China dan Korea, Proyek Baterai Listrik BUMN Juga Dilirik Jepang

Selain China dan Korea, Proyek Baterai Listrik BUMN Juga Dilirik Jepang

Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – Indonesia tengah dilirik investor luar negeri untuk proyek pabrik baterai listrik. Sebab, produk hilir ini menjadi prospek transportasi masa depan karena digunakan untuk mobil listrik.

Proyek ini dimotori oleh holding BUMN tambang, yaitu MIND ID di sisi hulu. Sedangkan di sisi hilir ada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau disebut juga CEO MIND ID, Orias Petrus Moedak, mengatakan ada dua perusahaan luar negeri yang sudah menyatakan minatnya.

Dua perusahaan tersebut yaitu Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd asal Korea. Selain mereka, ada juga Jepang yang melirik Indonesia dalam proyek ini.

“Ada yang pendekatan, tapi belum sejauh Korea dan China. Kami lihat ada potensi sama Jepang,” kata Orias dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (15/10/2020).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Orias mengungkapkan, saat ini Indonesia dalam posisi didatangi perusahaan asing dalam proyek ini, karena potensi bisnisnya yang cukup besar.

Sebab, selain digunakan menjadi penggerak mobil listrik, baterai listrik ini juga bisa digunakan untuk sektor lain seperti pembangkit listrik tenaga matahari, yang sumber listriknya bisa disimpan dalam storage menggunakan baterai ini.

Secara komposisi, bahan baku baterai listrik ini mayoritas menggunakan 80 persen nikel yang pasokannya melimpah di Indonesia.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Selain itu ada cobalt dan lithium. Khusus lithium, Orias mengungkapkan akan mengimpornya dari luar negeri atau berinvestasi di negara yang menghasilkan lithium.

“MIND ID kemungkinan investasi di luar, tempat yang hasilkan lithium. Lithium impor, kami sudah lihat di beberapa negara,” ujarnya.

Untuk kerja sama dengan Korea dan China, investasi yang dibutuhkan mencapai USD 12 miliar hingga USD 20 miliar seperti yang pernah disebutkan Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurut Orias, masalah porsi pendanaan dari masing-masing perusahaan tengah dibahas, berbarengan dengan pembentukan perusahaan patungan atau joint venture (JV).

Untuk modal yang dibutuhkan biasanya berasal dari ekuitas perusahaan dan utang dengan rasio 30:70. Menurut dia, tidak sulit mencari utang untuk proyek ini.

“Itu nilai proyeknya USD 12 miliar, nanti kami akan diberi tahu oleh tim, equity berapa dan pinjaman berapa. Equity kan biasanya 30:70. Jadi ya USD 3,6 miliar (dari ekuitas). Tapi kan mitranya banyak ya. Jadi ini enggak berat cari pinjamannya,” ujarnya.

Sumber: KUMPARAN.COM

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Inalum →

  1. Bos Inalum Minta Royalti Nikel untuk Baterai EV Bisa 0%
  2. Proyek Pabrik Baterai Rp130 T Rencana Diteken Pekan Ini
  3. Pekan Depan, LG Chem & Indonesia Battery Holding Dikabarkan Teken Kerja Sama
  4. Inilah Daftar Perusahaan RI yang Terjun ke Industri Mobil Listrik
  5. Komut Inalum Beberkan Kesiapan Proyek Baterai Mobil Listrik
  6. Selain China dan Korea, Proyek Baterai Listrik BUMN Juga Dilirik Jepang sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →