Beranda Korporasi Hilirisasi Tak Cukup dengan Pembangunan Smelter dan Investasi

Hilirisasi Tak Cukup dengan Pembangunan Smelter dan Investasi

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — MIND ID terus mendorong hilirisasi dan industrialisasi pertambangan guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia melalui penguatan industri pengolahan dalam negeri, pengurangan ekspor bahan mentah, serta penciptaan lapangan kerja dan penguasaan teknologi.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin mengatakan, kebijakan yang kuat serta dukungan pemangku kepentingan dinilai penting untuk keberhasilan hilirisasi.

“Dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan, MIND ID berkomitmen terus memperkuat kontribusi bagi negara melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang semakin terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengembangan industri bernilai tambah,” kata Maroef, di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Hilirisasi diarahkan untuk mendorong Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu memproduksi bahan antara hingga produk akhir dengan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Namun, keberhasilan strategi tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah smelter yang dibangun atau besarnya investasi yang terealisasi. Aspek lain, seperti kualitas lapangan kerja, partisipasi industri lokal, alih teknologi, efisiensi energi, dan daya saing produk, juga perlu menjadi perhatian.

Untuk memastikan pengembangan industri berjalan secara berkelanjutan, diperlukan konsistensi kebijakan pemerintah serta sinergi antarsektor dalam mendukung proses hilirisasi.

Bagi MIND ID, penguatan hilirisasi merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan mineral dan batu bara. Upaya ini tidak hanya berorientasi pada penerimaan dari penjualan komoditas, tetapi juga pada pembentukan struktur industri nasional yang lebih kokoh dan berdaya saing.

Dengan demikian, keberhasilan hilirisasi perlu dilihat dari besarnya nilai tambah yang dinikmati di dalam negeri, terbukanya lapangan kerja berkualitas, serta meningkatnya penguasaan teknologi nasional dalam mengolah kekayaan sumber daya alam Indonesia. (Fi Yun)