Beranda Berita Nasional IEU-CEPA Diharapkan Mampu Pulihkan Ekonomi dan Sosial Pasca-COVID-19

IEU-CEPA Diharapkan Mampu Pulihkan Ekonomi dan Sosial Pasca-COVID-19

Oleh Admin

NIKEL.co.id – Pencapaian Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) diyakini dapat membantu upaya pemulihan dalam negeri pascapandemi COVID-19 yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pelambatan dan telah berdampak pada sektor sosial dan ekonomi.

“Untuk pemulihan sosial dan ekonomi dengan Indonesia juga akan dapat terbantu oleh pertumbuhan perdagangan dan investasi, oleh karena itu kami melihat adanya relevansi IEU-CEPA yang kini tengah dalam proses negosiasi,” kata Duta Besar Uni Eropa (EU) untuk Indonesia, Vincent Piket, dalam peluncuran EU-Indonesia Cooperation Publication 2020 yang digelar secara virtual, Kamis (17/9/2020).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Piket menjelaskan bahwa studi yang telah dijalankan sebelumnya menunjukkan kesepakatan perdagangan yang terkandung dalam IEU-CEPA dapat menghasilkan pendapatan domestik bruto (PDB) sebesar 5 miliar euro (Rp 87,6 triliun) bagi Indonesia setiap tahunnya, saat negosiasi IEU-CEPA nantinya disepakati dan diimplementasikan.

“Itu artinya pertumbuhan, (penciptaan) pekerjaan dan ketahanan ekonomi bagi Indonesia dan itulah agenda yang juga ingin kami lihat di tahun-tahun ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Piket juga menegaskan komitmen EU untuk mendukung pembangunan dan upaya pemulihan yang berkelanjutan dan hijau bersama Indonesia.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Seperti diberitakan sebelumnya, pada bulan Juni lalu Kementerian Perdagangan RI menegaskan bahwa pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat pemerintah Indonesia dan Uni Eropa untuk mencapai kemajuan dalam perundingan IEU-CEPA.

Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag RI, yang juga merupakan Ketua Tim Runding Indonesia, Iman Pambagyo mengatakan bahwa putaran perundingan ke-10 yang seharusnya dilakukan pada bulan Maret 2020 sempat tertunda akibat pembatasan sosial yang dilaksanakan masing-masing pihak, sehingga pertemuan dilakukan secara daring pada 15-26 Juni lalu.

“Delegasi Indonesia menyambut baik pertemuan intersesi secara daring yang telah berjalan dalam 10 hari terakhir. Ini membuktikan walaupun dipenuhi keterbatasan karena pandemi COVID-19, delegasi Indonesia dan Uni Eropa tetap berkomitmen tinggi untuk membuat kemajuan atas berbagai isu runding dalam perundingan IEU-CEPA,” paparnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Perundingan IEU-CEPA sendiri merupakan perundingan bilateral terbesar yang dimiliki Pemerintah Indonesia saat ini dan ditargetkan untuk dapat diselesaikan secepatnya, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama memitigasi dampak COVID-19, mempercepat reformasi nasional, dan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih baik dalam global value chain.

Sumber: ANTARA

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Uni Eropa →

  1. UE Tetapkan Target Mineral Penting, Tetapi Sulit Tercapai
  2. Argumentasi Pamungkas RI saat Sidang Banding di WTO
  3. National Mineral Resources Agency Menemukan Endapan Kobalt di 25 Negara Eropa
  4. Gegara Kalah Saing, UE Gugat Larangan Ekspor Nikel RI; Mendag: Indonesia Siap…
  5. Uni Eropa Desak WTO Bentuk Panel Untuk Putuskan Gugatan Atas Larang Ekspor Bijih Nikel RI
  6. IEU-CEPA Diharapkan Mampu Pulihkan Ekonomi dan Sosial Pasca-COVID-19 sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →