Beranda Berita Nasional Perusahaan Tambang Manfaatkan EV dan Teknologi Pemantauan untuk Dukung Transisi Energi

Perusahaan Tambang Manfaatkan EV dan Teknologi Pemantauan untuk Dukung Transisi Energi

Ilustrasi Kendaraan Tambang. (Dok. Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan pertambangan mulai menyiapkan langkah strategis menghadapi transisi energi melalui evaluasi analisis lingkungan, penyusunan rencana pascatambang, serta pemanfaatan teknologi rendah emisi dalam kegiatan operasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Direktur OORJA Indonesia, Ervina Fitriani, mengatakan, kesiapan menghadapi transisi energi merupakan hal yang perlu dilakukan seluruh perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Saya pikir, semua perusahaan harus siap. Salah satu persiapan kami saat ini adalah mengevaluasi kembali seluruh analisis lingkungan dengan membuat rencana pascatambang,” kata Ervina di Jakarta, dikutip Senin (26/10/3026).

Selain melakukan evaluasi lingkungan, perusahaan juga mulai memanfaatkan kendaraan listrik dalam kegiatan operasional. Langkah ini menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi untuk mendukung kebijakan menuju zero emission atau nol emisi.

“Perusahaan kami adalah salah satu perusahaan yang sudah mengembangkan teknologi dalam kegiatan operasional. Salah satu contohnya, saat ini kami menggunakan electric vehicle (EV),” ujarnya.

Penerapan teknologi, menurutnya, tidak terbatas pada penggunaan kendaraan listrik. Perusahaan juga mengembangkan sistem pemantauan untuk mendukung keselamatan kerja dan pengawasan kondisi lingkungan di area operasional pertambangan.

Salah satu teknologi yang telah diterapkan adalah kamera pengawas atau CCTV yang dilengkapi kemampuan analisis kondisi lingkungan. Sistem pemantauan tersebut telah berjalan selama sekitar tiga tahun.

Dia menjelaskan, penggunaan teknologi tersebut membantu perusahaan melakukan pengawasan tanpa harus selalu mengerahkan pekerja untuk memeriksa setiap lokasi secara langsung.

“Kami melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan melalui CCTV yang memiliki teknologi analisis. Itu sudah kami jalankan sejak tiga tahun lalu,” jelasnya.

Pemantauan berbasis teknologi, ia menilai, dapat membantu meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap kegiatan operasional dan kondisi lingkungan. Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat memperoleh informasi secara lebih real time.

“Teknologi sangat membantu karena tidak membutuhkan manusia yang harus ke sana setiap saat, tetapi pemantauan tetap bisa dilakukan,” pungkasnya.

Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dalam kegiatan pertambangan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi, evaluasi lingkungan, dan perencanaan pascatambang merupakan langkah yang perlu dipersiapkan perusahaan dalam menghadapi transisi energi.

Dengan demikian, penerapan teknologi rendah emisi perlu diiringi dengan pengawasan lingkungan dan pengelolaan operasional yang bertanggung jawab untuk mendukung keberlanjutan sektor pertambangan di Indonesia. (Fi Yun)