Beranda Berita Nasional Kemenperin Terbitkan Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Kemenperin Terbitkan Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

1091
0
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: dok. Kemenperin)

NIKEL.CO.ID, 11 SEPTEMBER 2023- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerbitkan roadmap pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem electric vehicle (EV) secara maksimal.

 

“Peta jalan ini menguraikan langkah-langkah penting dalam pengembangan komponen vital seperti baterai, motor listrik, dan konverter dalam upaya menciptakan kendaraan listrik yang lebih efisien,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan pers, Senin (11/9/2023).

 

Permintaan global terhadap EV, kata dia, diperkirakan mencapai 55 juta unit pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan penggunaan EV sebagai alat transportasi sehari-hari di Indonesia juga menunjukkan tren yang meningkat. Hal ini mendorong peningkatan permintaan baterai litium.

 

“Kementerian Perindustrian telah membuat peta jalan pengembangan baterai di bidang tersebut, termasuk baterai kendaraan listrik dan lainnya. Salah satu yang ingin kita capai pada tahun 2030 adalah kendaraan listrik yang memiliki efisiensi tinggi dan kandungan lokal sekitar 80 persen,” tambah Agus.

 

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menetapkan kebijakan progresif, termasuk memberikan stimulus dan insentif fiskal, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional sehari-hari entitas pemerintah pusat dan daerah.

 

Pemerintah menerapkan dua kebijakan utama untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik. Pertama, dengan memberikan bantuan pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua yang memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri minimal 40 persen.

 

Kedua, memberikan diskon PPN DTP sebesar 5%-10% untuk KBLBB roda empat dan bus listrik, tergantung kandungan lokal.

 

Kemenperin juga menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab dalam produksi baterai kendaraan listrik, antara lain Indonesia Battery Corporation (IBC), sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan penting dalam ekosistem Battery Electric Vehicle (BEV) dan EV di bidang kendaraan listrik Indonesia.

 

Sebagai informasi, saat ini terdapat sekitar 50 perusahaan yang mengembangkan EV di Indonesia, dengan total investasi mencapai lebih dari USD 200 juta atau sekitar Rp 3 triliun.

 

Pemerintah juga menargetkan satu juta kendaraan roda empat beroperasi pada tahun 2035 menjadi EV, yang setara dengan penghematan sekitar 12,5 juta barel bahan bakar dan pengurangan CO2 sebesar 4,6 juta ton.

 

Selain itu, ditargetkan 12 juta kendaraan listrik roda dua dan tiga beroperasi pada tahun 2025 atau setara dengan penghematan 18,86 juta barel bahan bakar dan pengurangan 6,9 juta ton CO2.

 

“Pemerintah optimis target ini bisa tercapai. “Kami juga menyambut baik industri yang berminat memanfaatkan insentif yang tersedia dalam pengembangan kendaraan EV di Indonesia,” tukas Agus. (Lili Handayani)