Beranda Berita Nasional Hadapi Risiko Karhutla, Ceria Corp Siagakan Tim Tanggap Darurat di Sekitar Wilayah...

Hadapi Risiko Karhutla, Ceria Corp Siagakan Tim Tanggap Darurat di Sekitar Wilayah Operasional

Tim Rescue Ceria Corp membantu Karhutla di sekitar wilayah operasionalnya. (Foto: Dok. Ceria Corp)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA –  Ceria Corp melalui Emergency Response Team (ERT) PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dan Fire Rescue Emergency Service (FRES) PT Ceria Metalindo Prima (CMP) membantu menangani kebakaran di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung penanganan keadaan darurat serta menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang periode Agustus hingga Oktober 2026, tim ERT dan FRES membantu menangani sejumlah kejadian kebakaran lahan di luar wilayah IUP perusahaan dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman untuk mengendalikan titik api serta mencegah api meluas ke area lain. Seluruh kebakaran yang ditangani berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun cedera pada personel yang terlibat.

Superintendent Emergency Response Team PT Ceria Nugraha Indotama, Jamalludin Al Apgani, mengatakan tim tanggap darurat siap merespons laporan kebakaran, termasuk kejadian di luar wilayah operasional perusahaan.

“Tim tanggap darurat selalu siap merespons laporan kebakaran, termasuk kejadian yang berada di luar wilayah operasional perusahaan. Respons yang cepat sangat penting agar api dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Jamalludin dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (21/10/2026).

Untuk mendukung penanganan di lapangan, tim dilengkapi mobil pemadam kebakaran, truk tangki air, pompa air, serta alat pelindung diri (APD). Pengerahan personel dan peralatan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi, dengan tetap menerapkan prosedur keselamatan dan koordinasi lintas fungsi. Jika kebakaran membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim dapat meminta bantuan eksternal.

Kesiapsiagaan juga didukung pemantauan potensi kebakaran secara berkala melalui sistem SiPongi+ dan sistem pemantauan internal perusahaan. Selain itu, perusahaan melakukan pemeriksaan peralatan, pelatihan personel, serta evaluasi setelah penanganan untuk menjaga kesiapan tim dalam menghadapi keadaan darurat.

Jamalludin menegaskan, kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan kebakaran berjalan efektif dan aman.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang seberapa cepat tim tiba di lokasi, tetapi juga bagaimana seluruh personel dan peralatan dapat bekerja secara efektif dan aman. Kami terus melakukan evaluasi dari setiap penanganan agar kemampuan tim semakin baik dan dapat memberikan bantuan secara optimal ketika dibutuhkan,” tambah Jamalludin.

Ceria menyatakan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan kompetensi personel, pemeliharaan peralatan, pemantauan dini, serta penerapan prosedur keselamatan dalam penanganan keadaan darurat. (Tubagus)