Beranda Daerah Masyarakat Wolo Suarakan Dukungan terhadap Keberlanjutan Investasi Nikel Ceria Corp

Masyarakat Wolo Suarakan Dukungan terhadap Keberlanjutan Investasi Nikel Ceria Corp

Foto Kawasan Industri Peleburan Nikel milik Ceria Corp. (Dok. Ceria Corp)

NIKEL.CO.ID, KOLAKA – Sejumlah organisasi masyarakat lokal dan adat di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan investasi nikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) yang merupakan bagian dari Ceria Corp.

Dukungan tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar keberadaan industri pertambangan dan hilirisasi nikel tersebut terus memberikan manfaat ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam konsolidasi yang melibatkan sepuluh organisasi masyarakat, yakni MATA Wolo, FORMAPI, PERKASA, FORMABES, FORMULA, Tamalaki Sangia Mekongga, Tamalaki Bunduwula Tebawo, Tamalaki Kinea Mekongga, Tamalaki Sangia Nilulo, dan Tamalaki Polapi Wonua Mekongga.

Kesepuluh organisasi tersebut memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif guna memastikan keberlangsungan aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ketua Forum Masyarakat Ulu Wolo-Lalonggopi (Formula), Kasnuddin Arif menyampaikan bahwa aktivitas industri nikel memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, keberadaan Ceria telah menghadirkan berbagai peluang ekonomi yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh warga.

“Kami berharap manfaat ekonomi tersebut dapat terus berlanjut bagi masyarakat,” ujar Kasnuddin, melalui keterangan resmi yang diterima nikel.co.id, Rabu (28/10/2026).

Perkembangan industri nikel di Kecamatan Wolo turut menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat. Aktivitas perdagangan seperti kios, warung makan, kedai kopi, penjualan minuman, hingga pasar sore di Kelurahan Wolo dan Desa Muara Lapao-Pao menjadi bagian dari perputaran ekonomi yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas industri. Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh sumber pendapatan sekaligus memperluas kegiatan ekonomi produktif di tingkat lokal.

Selain sektor perdagangan, kebutuhan operasional perusahaan terhadap layanan transportasi, logistik, pengadaan barang, dan jasa turut menghadirkan peluang bagi pemasok serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dalam rantai pasok industri.

Keterlibatan pelaku usaha lokal ini diharapkan dapat memperluas pemerataan manfaat investasi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat Kabupaten Kolaka.

Kasnuddin menilai, keberlanjutan investasi memiliki arti penting bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya pada aktivitas perusahaan maupun jaringan usaha di sekitarnya.

Ia berharap perkembangan industri Ceria dapat terus membuka kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal dan memberikan ruang yang semakin luas bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kapasitas usahanya.

“Komitmen ini kami buat karena kehadiran PT CNI dampaknya jelas dan telah dirasakan. Kami berharap manfaat ekonomi tersebut dapat terus berlanjut bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan masyarakat tersebut juga berkaitan dengan perkembangan proyek hilirisasi nikel Ceria Corp yang menjadi bagian dari agenda strategis pembangunan industri nasional.

Smelter ‘Merah Putih’ yang dioperasikan PT Ceria Metalindo Prima (CMP) telah mencatatkan produksi feronikel perdana pada 27 April 2025 dan mencatatkan keberhasilan ekspor perdana sejak Juli 2025 lalu. Pengembangan industri hilir Ceria yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas) memiliki peran dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri. 

Bagi masyarakat Wolo, perkembangan industri tersebut diharapkan dapat menghadirkan manfaat ekonomi jangka panjang. Peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, pengembangan kemitraan usaha, serta keterlibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas ekonomi menjadi aspek penting agar pertumbuhan industri dapat memberikan dampak yang semakin luas bagi daerah.

Kasnuddin juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, aspirasi masyarakat yang berinteraksi langsung dengan aktivitas industri perlu mendapatkan perhatian agar arah pengembangan investasi dapat selaras dengan kebutuhan dan potensi ekonomi daerah.

Keberlanjutan investasi Ceria di Kecamatan Wolo diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka. Dengan semakin terbukanya kesempatan kerja dan berkembangnya sektor usaha lokal, masyarakat berharap kehadiran industri hilirisasi nikel dapat terus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Dukungan organisasi masyarakat lokal dan adat tersebut sekaligus mencerminkan harapan agar perkembangan industri nikel nasional berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi daerah. Hubungan yang konstruktif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang produktif serta memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (Lili Handayani)