

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Karawang, Jawa Barat, yang menjadi bagian dari pengembangan hilirisasi nikel nasional, segera diresmikan pemerintah.
PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), proyek hasil kerja sama perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), dan badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia tersebut sebelumnya telah menjalani peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Prabowo Subianto pada 29 Juni 2025 lalu.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (HTE) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, perkembangan hilirisasi nikel di Indonesia berjalan dengan baik. Hal itu disampaikannya setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/10/2026).

“Untuk urusan hilirisasi di sektor nikel, berjalan dengan baik,” kata Bahlil dalam keterangan pers.
Bahlil menyebutkan, Presiden Prabowo sebelumnya telah meresmikan sejumlah pabrik di kawasan Wedabay, Maluku Utara. Selanjutnya, pemerintah akan meresmikan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang.
“Bapak Presiden meresmikan beberapa pabrik di Wedabay, di Maluku Utara, dan sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang,” ujarnya.
Menurut Bahlil, proyek di Karawang tersebut merupakan hasil kerja sama CATL dengan BUMN Indonesia. Pembangunannya telah dimulai melalui groundbreaking yang dilakukan Presiden Prabowo pada Juni tahun lalu.
Pengembangan industri baterai kendaraan listrik ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hilirisasi nikel di dalam negeri. Melalui pengembangan ekosistem tersebut, Indonesia diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral melalui industri pengolahan dan manufaktur baterai. Meski demikian, Bahlil belum menyampaikan secara terperinci jadwal peresmian proyek senilai Rp96 triliun (USD 5,9 miliar) yang dirancang memiliki kapasitas sel baterai tahap awal sebesar 6,9 GWh hingga 15 GWh per tahun tersebut. (Shiddiq)
























